Kadinkes Depok: Warga Merugi Kalau Menolak Vaksin Covid-19

Jumat, 15 Januari 2021 01:01 Reporter : Nur Fauziah
Kadinkes Depok: Warga Merugi Kalau Menolak Vaksin Covid-19 Ketua terpilih IDI disuntik vaksin Covid-19. ©Liputan6.com/Herman Zakharia

Merdeka.com - Warga Depok diimbau untuk bersedia divaksinasi Covid-19 demi memutus mata rantai penyebarannya. Untuk saat ini pemberian vaksin dilakukan secara cuma-cuma oleh pemerintah. Sehingga kesempatan itu hendaknya dimanfaatkan dengan baik oleh warga.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Novarita mengatakan, jika tidak melakukan vaksinasi maka warga bisa saja rugi. Sebab bisa saja kebijakan berubah sehingga untuk vaksinasi harus berbayar.

"Enggak ada rasanya. Jadi nolak kalau kata saya rugi. Mungkin nanti ada kebijakan baru lagi bayar atau apa, kan pemerintah kita nggak tahu,” katanya di Depok, Kamis (14/1).

Nanti setelah 14 hari dia akan kembali ke RSUI. Nova menuturkan, sebelum vaksin tidak dilakukan rapid test atau swab. Dia hanya menjalani proses skrining.

“Tidak (rapid), ada screeningnya. Kalau ada salah satu jawabannya yang tidak sesuai berarti tidak. Jadi dicek suhu, tensi. Jadi bisa tidak bisa dan bisa juga ditunda,” tukasnya.

Dia menambahkan untuk vaksin Sinovac ini hanya bisa diberikan pada mereka yang tidak pernah terkonfirmasi Covid-19.

“Tidak, karena yang telah terkonfirmasi ini tidak masuk ke dalam penelitian. Vaksin Sinovac ini memiliki syarat itu. Nggak tau juga kalau ada vaksin lain,” tegasnya.

Kota Depok menerima vaksin sebanyak 11.140 vial. Vaksin itu diperuntukkan bagi 11.130 tenaga kesehatan dan 10 orang pejabat di Depok. Vaksin telah didistribusikan ke fasilitas kesehatan dan rumah sakit yang ditunjuk.

Kota Depok telah dilengkapi dengan 252 tenaga vaksinator yang sudah terlatih. Mereka akan ditempatkan di sejumlah faskes dan RS. Untuk kebutuhan tiap titik akan disesuaikan. “Disesuaikan dengan sasaran masing-masing faskes. Pokonya di total 252 untuk keseluruhan vaksinator,” terangnya.

Sementara itu, Direktur Utama Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) Astusti Giantini mengatakan, vaksin yang tersedia hari ini sebanyak 68 vial. Hanya saja nama yang terdaftar di Kementerian Kesehatan baru 37 orang.

“Jadi hari ini nakes juga sama akan dilakukan penyuntikkan yang pertama. Karena memang masih terbatas, dalam artian ketika kita mendaftar ada yang belum waktunya hari ini,” katanya.

Proses pendaftaran dilakukan melalui aplikasi dan dilanjutkan dengan SMS untuk menjawab 16 pertanyaan. “Kalau nakes, kalau yang saya tahu kita daftar ada lewat Peduli Covid itu ada tautannya kita daftar. Setelah daftar ada SMS jawaban dari mereka, ditanya juga disitu apakah anda darah tinggi dan lainnya. Semua yang 16 pertanyaan itu akan ada termasuk kesehatan kita seperti apa,” tegasnya.

Ketika sudah divaksin maka mereka diusahakan untuk tidak terpapar Covid-19. Dia pun mengimbau untuk menerapkan protokol kesehatan 3M.

“Makanya kan sudah ditentukan di awal kalau harus tetap memakai masker menjaga jarak dan sebagainya. Jadi nanti diharapkan untuk vaksinasi yang kedua 14 hari kemudian, setelah disuntik lagi akan terjadi peningkatan antibodi dari pasien itu jadi memang harus dijaga lah biar nggak kena infeksi,” tutupnya. [fik]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini