Kadin Jakarta Barat Fokus Tiga Pilar Utama: Perkuat UMKM, Kemitraan, dan Inovasi Program

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jakarta Barat menegaskan fokusnya pada penguatan UMKM, kemitraan strategis, dan inovasi program. Ini adalah langkah konkret hadapi tantangan ekonomi dan dorong daya saing global.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Kadin Jakarta Barat Fokus Tiga Pilar Utama: Perkuat UMKM, Kemitraan, dan Inovasi Program
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jakarta Barat menegaskan fokusnya pada penguatan UMKM, kemitraan strategis, dan inovasi program. Ini adalah langkah konkret hadapi tantangan ekonomi dan dorong daya saing global. (AntaraNews)

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jakarta Barat baru-baru ini mengumumkan fokus utamanya pada tiga pilar penting. Organisasi ini akan memperkuat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), membangun kemitraan strategis, serta mendorong inovasi program.

Ketua Kadin Jakarta Barat, Hilda Kusuma Dewi, menyampaikan komitmen ini setelah terpilih melalui musyawarah terbuka pada Rabu (19/11). Ia menekankan bahwa Kadin harus hadir dengan solusi konkret bagi para pelaku usaha di wilayah tersebut. Fokus ini diharapkan mampu memberikan dampak maksimal bagi anggota dan masyarakat luas.

Wali Kota Jakarta Barat, Uus Kuswanto, turut mendukung inisiatif tersebut dan meminta Kadin Jakbar lebih solutif. Sinergi antara Kadin dan pemerintah kota menjadi kunci utama dalam mengakselerasi UMKM agar berdaya saing global. Musyawarah kota diharapkan menghasilkan komitmen nyata, bukan sekadar seremoni rutin.

Kadin Jakarta Barat secara tegas memfokuskan diri pada tiga pilar utama untuk kemajuan ekonomi daerah. Pilar tersebut meliputi penguatan UMKM, kemitraan strategis lintas sektor, serta inovasi program yang menyentuh langsung kebutuhan anggota. "Kadin Jakarta Barat akan berfokus pada tiga pilar utama, yakni penguatan UMKM, kemitraan strategis lintas sektor dan inovasi program yang menyentuh langsung kebutuhan anggota," kata Ketua Kadin Jakarta Barat, Hilda Kusuma Dewi.

Menurut Hilda, para pelaku usaha kini menghadapi tantangan nyata mulai dari biaya hidup hingga dinamika ekonomi global yang terus berubah. Oleh karena itu, Kadin harus proaktif dalam menawarkan solusi yang efektif dan relevan. "Karena itu, Kadin harus hadir dengan solusi konkret. Kita akan membuka ruang dialog yang lebih sering, memperluas jejaring dan menghadirkan program kerja yang benar-benar terasa manfaatnya," ujarnya.

Organisasi ini juga menekankan pentingnya sinergi antara Kadin di tingkat wilayah, Kadin DKI Jakarta, hingga Kadin Indonesia. Kolaborasi dan sinergi antara dunia usaha dan pemerintah sangat krusial agar setiap program dapat berjalan linier. Hal ini bertujuan untuk memberikan dampak maksimal bagi masyarakat, khususnya para anggota Kadin Jakarta Barat.

Wali Kota Jakarta Barat, Uus Kuswanto, meminta Kadin Jakbar untuk lebih solutif dalam melaksanakan akselerasi UMKM agar berdaya saing global. Lahirnya kepengurusan baru hasil musyawarah diharapkan menjadi titik tolak komitmen tersebut. "Lahirnya kepengurusan hasil musyawarah diharapkan dapat menjadi titik tolak lahirnya komitmen Kadin Jakarta Barat yang solutif dalam melaksanakan akselerasi UMKM berdaya saing global, melalui sinergi yang tak terpisahkan dengan Pemerintah Kota Jakarta Barat," kata Uus.

Uus juga menyampaikan bahwa musyawarah kota merupakan investasi terbesar yang dilakukan oleh Kadin Jakarta Barat. Hasil dari kegiatan ini tidak boleh hanya sebatas seremoni lima tahunan semata. "Jadi hasilnya bukan hanya seremoni lima tahunan saja, kegiatan ini juga harus mampu menjawab tantangan besar dalam lima tahun ke depan bahkan bisa lebih jauh," tegas Uus.

Lebih lanjut, Uus berharap Kadin Jakbar dapat menjadi barometer di antara Kadin kota lainnya di DKI Jakarta. Hal ini penting untuk secara nyata mendukung visi besar Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Visi tersebut adalah menjadikan Jakarta sebagai pusat aktivitas ekonomi dan kota global yang maju dan berdaya saing.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi