Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jumlah orang gangguan jiwa kebanyakan, Dinsos Sumsel bingung tempat hingga cari utang

Jumlah orang gangguan jiwa kebanyakan, Dinsos Sumsel bingung tempat hingga cari utang Penderita gangguan jiwa di Yayasan Galuh. ©2014 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Dinas Sosial Provinsi Sumatera Selatan kebingungan mencari tempat penampungan bagi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Pasalnya, jumlah orang dengan gangguan jiwa yang terjaring saat Asian Games 2018 terlalu banyak.

Kepala Dinsos Sumsel Rosyidin Hassa mengungkapkan, pihaknya memiliki tempat penampungan di dua panti. Namun kapasitasnya hanya untuk 200 orang. Sedangkan jumlah orang gangguan jiwa yang terjaring operasi pekat mencapai 250 orang.

"Kami bingung panti sudah overload untuk menampung mereka, tidak ada tempat lagi," ungkap Rosyidin, Senin (24/9).

Selain tempat, pihaknya juga kesulitan dalam persoalan anggaran. Terutama biaya makan di penampungan. Dinsos Sumsel menganggarkan hanya untuk 200 orang dengan masing-masing Rp 18.000 per hari.

"Kami terpaksa mencari pinjaman karena bagaimanapun pun mereka harus kita layani dengan baik," kata dia.

Menurut dia, banyak kendala dalam menghadapi orang gangguan jiwa. Mereka mayoritas tidak mengetahui asal daerahnya. Keluarganya juga enggan menerima keberadaannya kembali ke rumah.

"Makanya kita setop dulu menjaring mereka, mau ditaruh dimana nantinya. Kita minta kabupaten dan kota berperan untuk menekan tersebarnya orang gila dan kaum terlantar," ucapnya.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP