Jakarta, 01 November – Juara Clash of Champion 2024, Shakira Amirah, menekankan pentingnya kebiasaan sarapan rutin dengan makanan alami atau real food. Menurutnya, asupan gizi yang tepat di pagi hari sangat berperan dalam membantu anak-anak mencapai prestasi optimal. Pernyataan ini disampaikan Shakira dalam sebuah konferensi pers yang diadakan di Jakarta pada hari Sabtu.
Mahasiswi Kedokteran Universitas Indonesia ini menjelaskan bahwa kesehatan dan gizi merupakan fondasi utama bagi perkembangan anak. Anak-anak yang mengonsumsi makanan bergizi seimbang, seperti telur, ikan, daging merah, dan susu, cenderung memiliki fokus belajar yang lebih baik. Kondisi ini pada akhirnya akan mendukung mereka untuk mendapatkan hasil yang maksimal dalam pendidikan.
Shakira Amirah sendiri merasakan langsung dampak positif dari kebiasaan sarapan real food ini. Ia mengungkapkan perbedaan signifikan yang dirasakannya ketika sarapan dan tidak sarapan, terutama saat harus belajar. Pengalaman pribadinya ini menjadi bukti nyata bahwa nutrisi di pagi hari adalah faktor krusial untuk menjaga performa kognitif.
Advertisement
Advertisement
Peran Penting Gizi dan Real Food dalam Pembelajaran
Shakira Amirah, yang kini menempuh pendidikan kedokteran, sangat memahami korelasi antara asupan gizi dan fungsi otak. Ia menjelaskan bahwa makanan alami menyediakan nutrisi esensial yang diperlukan untuk menjaga konsentrasi dan daya ingat. Kebiasaan sarapan yang teratur memastikan tubuh mendapatkan energi yang stabil sepanjang hari, sehingga anak tidak mudah lelah atau kehilangan fokus saat belajar.
Beberapa jenis makanan yang sangat direkomendasikan untuk sarapan anak adalah protein hewani seperti telur, ikan, atau daging merah, serta susu. Makanan-makanan ini kaya akan nutrisi penting yang mendukung perkembangan otak dan fungsi kognitif. Dengan asupan yang cukup, anak-anak dapat lebih mudah menyerap informasi dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan belajar.
Shakira juga menceritakan bagaimana orang tuanya sejak kecil membiasakan dirinya untuk selalu sarapan pagi. Bahkan jika terlambat, ia diminta untuk membawa bekal sarapan hingga ke mobil. Pengalaman ini menunjukkan betapa kuatnya peran keluarga dalam membentuk kebiasaan makan sehat yang berdampak positif pada prestasi anak.
Advertisement
Advertisement
Zat Besi dan Vitamin C: Kombinasi Ampuh untuk Otak Anak
Protein hewani yang disebutkan Shakira, seperti telur, ikan, dan daging merah, memiliki kandungan zat besi yang sangat baik dan mudah diserap oleh tubuh. Zat besi adalah mineral krusial yang berperan dalam pembentukan sel darah merah dan transportasi oksigen ke otak. Asupan zat besi yang cukup sangat penting untuk menjaga kesehatan otak dan fungsi kognitif.
Proses penyerapan zat besi akan menjadi lebih optimal jika dikombinasikan dengan makanan yang mengandung vitamin C. Contohnya adalah buah-buahan seperti jeruk atau pepaya. Kombinasi ini memastikan tubuh dapat memanfaatkan zat besi secara maksimal, sehingga manfaatnya bagi otak dan tubuh secara keseluruhan dapat dirasakan secara penuh.
Berdasarkan penelitian yang pernah ia baca, makanan yang mengandung zat besi tinggi, seperti hati, juga dapat membantu menjaga IQ anak agar tidak menurun. Shakira menekankan bahwa anak yang mengalami kekurangan zat besi berisiko mengalami penurunan IQ sebesar 5 hingga 10 poin. Sebagai mahasiswa kedokteran, ia memahami bahwa anemia, kondisi kekurangan zat besi, memiliki dampak serius pada kepintaran anak, sehingga pencegahan adalah kunci utama.
Advertisement
Advertisement
Dukungan Orang Tua dan Kebiasaan Sarapan Sejak Dini
Shakira Amirah mengungkapkan bahwa sejak masa kanak-kanak, orang tuanya sangat ketat dalam memastikan kebutuhan gizinya terpenuhi. Ia memiliki peraturan wajib sarapan lengkap setiap pagi, bahkan membawa susu. "Kalau enggak habis dicekokin sama mama," ujarnya, menggambarkan ketegasan ibunya dalam memastikan asupan nutrisi.
Ibunya lebih memilih untuk memasak makanan alami dibandingkan mengonsumsi Ultra Processed Food (UPF) seperti nugget atau sosis. Menu favorit yang sering disiapkan adalah telur atau daging ayam yang dibekukan agar mudah diolah untuk sarapan. Pendekatan ini menunjukkan komitmen orang tua dalam menyediakan makanan bergizi yang mendukung tumbuh kembang anak.
Peran dan dukungan orang tua serta keluarga sangat krusial dalam memastikan anak-anak mendapatkan asupan makanan bergizi yang kaya zat besi sejak dini. Kebiasaan sarapan yang sehat dan teratur yang ditanamkan sejak kecil akan membentuk fondasi kuat bagi kesehatan fisik dan mental anak. Hal ini pada akhirnya akan mendukung mereka untuk meraih prestasi di sekolah dan kehidupan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews