Jokowi resmikan proyek keramba jaring apung lepas pantai di Pangandaran
Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan proyek keramba jaring apung lepas pantai (KJA offshore) di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Proyek KJA ini merupakan yang pertama di Indonesia.
KJA offshore tersebut nantinya akan diisi oleh benih ikan kakap putih. Dengan rincian KJA Offshore di Pangandaran memiliki delapan lubang dan setiap lubangnya akan diisi sekitar 120 ribu ekor benih ikan.
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) mendampingi Jokowi menyebutkan, hadirnya KJA merupakan sebuah proses transfer ilmu dan teknologi.
"Hari ini kita meresmikan keramba jaring apung yang offshore, yang lepas pantai. Ini kita harapkan menjadi sebuah lompatan kemajuan, sebuah terobosan, ini pertama di Indonesia," ujarnya, Selasa (24/4).
Adapun proyek KJA offshore ini dibiayai APBN 2017 sebesar Rp 42 miliar per daerah. Di mana selain di Pangandaran, proyek serupa direalisasikan di Sabang dan Karimun Jawa. Anggaran tersebut digunakan untuk membeli teknologi keramba dan fasilitasnya dari Norwegia.
Terkait operasional, Jokowi menyebut bahwa KJA offshore ini akan melibatkan Koperasi Unit Desa (KUD) nelayan yang memasok pakan tambahan. Kemudian total jumlah orang yang terlibat langsung dalam KJA Offshore ini antara 215 hingga 250, dan yang tidak langsung terlibat kurang lebih 220 orang.
"Lihat hasilnya nanti, penebaran benih bisa lebih banyak yaitu sekitar 1,2 juta, hasil produksinya bisa lebih tinggi yaitu 816 ton per tahun, dengan delapan lubang/keramba," kata Jokowi.
"Coba bandingkan dengan keramba jaring apung biasa, yang produksinya hanya 5,4 ton per tahun per unit. Berlipat berapa coba?" sambungnya.
Jokowi berharap KJA Offshore menjadi cikal bakal berlipat gandanya nilai tambah dari budidaya perikanan Indonesia. Oleh sebab itu, Jokowi ingin semakin banyak pihak yang terlibat dalam KJA offshore ini.
Terkait pemasaran hasil budi daya ikan nantinya, bisa diekspor ke Timur Tengah, Australia dan Jepang. "Negara-negara lain sudah kehabisan ikan. Tapi kita masih ada peluang untuk meningkatkan produksinya lagi. Kita harus ingat, bahwa 2/3 negara kita adalah air, 70 persen negara kita adalah air, ini kita harus ingat," kata Jokowi.
Di lokasi yang sama, Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti menuturkan, bahwa hadirnya KJA offshore ini merupakan wujud dari cita-cita Jokowi yang ingin Indonesia maju ke depan dalam budidaya aquaculture.
"Di Pangandaran ini, saya selain aquaculture ini juga mengembangkan Politeknik untuk pendidikan, research, dan juga membesarkan KJA, juga terkait urusan pakan," kata Susi.
Susi menyebut, akan mengelola KJA nanti adalah KUD Minasari, Minapadi dan Minarasa, dari Parigi, Batu Karas dan Pangandaran.
Nelayan akan mendapatkan hasil dari Sisa Hasil usaha (SHU) dari kelola usaha KJA yang dilakukan kerja sama dengan BUMN, Perindo dan Perinus.
"Jadi bersama-sama masyarakat hasilnya untuk dijual di sini (dalam negeri), ataupun untuk ekspor," ungkap Susi.
Susi juga menjelaskan bahwa dipilihnya ikan kakap putih sebagai bibit yang dikembangkan, adalah untuk mengembalikan jenis ikan tersebut yang sudah jarang, padahal sebelumnya kakap putih merupakan salah satu ikan yang paling banyak dicari di Pangandaran.
Selain itu, kakap putih juga dinilai bisa diolah menjadi berbagai produk ketimbang jenis ikan budidaya lain. Pasar kakap putih pun dilihat lebih luas. Permintaan kakap putih lebih banyak dari Amerika Serikat, Eropa dan Australia.
Tak lupa, Susi memohon kepada para nelayan, supaya sadar menjaga lingkungan laut Pangandaran.
"Mudah-mudahan cita-cita Presiden menjadikan poros maritim tercapai, selain penangkapan, juga ada KJA Offshore, teknologi ini luar biasa," katanya.
Menurut Susi, perlu satu kekuatan besar baik dari koperasi, kemudian BUMN untuk sinergi. Sebab ini pekerjaan besar. Kalau KJA Offshore dua tahun berhasil, akan ditambah keberadaannya di beberapa tempat lagi.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya