Jokowi minta ketimpangan antara desa dan kota segera diatasi
Merdeka.com - Sepanjang tahun ini, Presiden Joko Widodo fokus pada upaya mengatasi ketimpangan. Fokus pemerintah tak hanya mengatasi ketimpangan antar daerah dan ketimpangan yang terjadi antara si kaya dan si miskin. Namun, Jokowi, sapaan akrabnya, menegaskan pemerintah fokus pula mengatasi ketimpangan antara desa dengan kota.
"Ketimpangan antara desa dengan kota penting untuk segera kita atasi, karena hal itu menjadi penyebab terus meningkatnya urbanisasi dari tahun ke tahun," kata Jokowi dalam rapat terbatas membahas pembangunan desa di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (29/3).
Jokowi menjelaskan, data yang diterimanya pada tahun 2010 tercatat persentase penduduk kota sebesar 49,8 persen. Kemudian tahun 2015 telah meningkat menjadi 53,3 persen. Diprediksi pada tahun 2025 mencapai 60 persen. Sementara itu, persentase kemiskinan di pedesaan tercatat mencapai 13,96 persen. Hampir dua kali lipat persentase penduduk miskin di kota sebesar 7,7 persen.
Jokowi menjelaskan, sejak tahun 2015, pemerintah terus meningkatkan alokasi dana desa. Pada tahun 2015, dialokasikan Rp 20,76 triliun, di tingkat lagi menjadi Rp 46,98 triliun pada tahun 2016. Kemudian pada tahun 2017, Pemerintah menyalurkan dana desa sebesar Rp 60 triliun. Hal ini merupakan upaya untuk melakukan percepatan pembangunan desa.
"Saya titip pesan, agar penyaluran dan pemanfaatan dana desa tersebut bisa betul-betul efektif sehingga memberikan manfaat bagi warga di desa terutama pada penurunan jumlah penduduk miskin di pedesaan," ujarnya.
Terkait dengan penyaluran, Jokowi mendapatkan laporan bahwa pada tahun anggaran 2016, masih ada 4 kabupaten/kota yang dana desanya tidak cair dari rekening Kas Umum Negara ke Kas Umum Daerah karena keterlambatan di Pemerintah kabupaten/kota, dan ada 241 desa yang belum menerima dana desa karena berbagai faktor.
"Saya minta masalah ini bisa segera diatasi. Dan tahun 2017 ini, saya minta dipastikan betul semua desa bisa menerima dana desa," katanya.
Jokowi mengatakan, dana desa selama ini banyak difokuskan untuk memperbaiki insfrastruktur yang mendukung perekonomian di desa. Ke depannya, ia berharap dana desa diperuntukkan untuk hal yang lebih luas, seperti untuk pengembangan potensi ekonomi desa, terutama untuk sektor pertanian, perikanan dan industri UMKM di desa.
"Selain itu, dana desa juga harus terus didorong agar partisipasi warga untuk ikut terlibat dalam peningkatan kualitas hidup warga desa. Sekaligus ikut mengawasi penggunaan dana desa agar tepat sasaran," katanya.
Dalam pengembangan potensi ekonomi desa, Jokowi meminta pendekatan tidak bisa dilakukan secara parsial dan tidak boleh sektoral, tetapi harus betul-betul integratif dari hulu sampai hilir.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya