Jokowi Mau Pancasila Sasar Anak Muda: Kita Nebeng Didi Kempot, Titip Sahabat Ambyar

Selasa, 3 Desember 2019 16:12 Reporter : Supriatin
Jokowi Mau Pancasila Sasar Anak Muda: Kita Nebeng Didi Kempot, Titip Sahabat Ambyar Presiden Jokowi dan Menko Airlangga di Korea Selatan. ©2019 Rizka/Kemenko Perekonomian

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo meminta kementerian dan lembaga membumikan Pancasila melalui media sosial (medsos) untuk menyasar 129 juta anak muda Indonesia. Medsos dipandang cocok karena kecenderungan anak muda sekarang menyerap informasi melalui platform media digital.

"Mereka menyerap nilai-nilai ini, nilai-nilai informasi, menyerap pengetahuan dari banyak media. Saya lebih detailkan lagi satu layanan chatting WhatsApp, Telegram, Line, Kakao Talks," kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (3/12).

Selain itu, lanjut Jokowi, anak muda lebih sering mengakses Youtube, Netflix, Facebook, Instagram, Twitter, Iflix dan Hooq. Jokowi menekankan, kampanye Pancasila harus masuk melalui saluran-saluran media tersebut untuk melawan pengaruh ideologi lain.

"Ideologi Pancasila harus kita sebarkan, banjiri narasi-narasi besarnya lewat barang-barang ini. Kalau tidak akan kedahuluan ideologi-ideologi baru yang menggunakan barang-barang yang tadi saya sebut," ujarnya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengingatkan kementerian dan lembaga untuk terus menyebarkan 'virus' Pancasila melalui bidang apa saja yang paling diminati anak muda. Jokowi menyebut, sejauh ini ada tiga bidang yang paling disukai anak muda. Pertama olahraga, kedua musik dan ketiga film.

"Olahraga, kalau ingin kita membumikan ideologi Pancasila gunakan yang namanya olahraga, anak muda suka di sini," ucap dia.

"Musik, nggak apa-apa, kita nebeng Didi Kempot. Titip sama sad boy dan sad girls nggak apa-apa, sahabat ambyar nggak apa-apa. Titipkan satu lirik di Pamer Bojo nggk apa-apa. Ini media-media yang disukai anak muda kita musik no 2 setelah olahraga," imbuhnya. [lia]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini