JK sebut tidak akan ada yang berani melegalkan LGBT di Indonesia

Wakil Presiden Jusuf Kalla angkat bicara soal isu LGBT di Indonesia. Isu LGBT belakangan kembali ramai menjadi pembicaraan setelah Ketua MPR Zulkifli Hasan menyebut saat ini DPR tengah menggodok UU tentang LGBT dan ada lima fraksi parpol yang pro terhadap LGBT.

Intan Umbari Prihatin
Oleh Intan Umbari Prihatin - Reporter
JK sebut tidak akan ada yang berani melegalkan LGBT di Indonesia
Jusuf Kalla di Istana Wapres. ©2017 Merdeka.com/Titin Supriatin

Wakil Presiden Jusuf Kalla angkat bicara soal isu LGBT di Indonesia. Isu LGBT belakangan kembali ramai menjadi pembicaraan setelah Ketua MPR Zulkifli Hasan menyebut saat ini DPR tengah menggodok UU tentang LGBT dan ada lima fraksi parpol yang pro terhadap LGBT.

Jusuf Kalla yakin tidak ada yang berani mengakui secara formal LGBT di tanah air. Apalagi di DPR, JK mengaku tak yakin akan hal itu.

"Saya tidak tahu proses di DPR. Tapi saya kira menjadi tidak ada yang berani menggolkan secara formal di Indonesia," kata Jusuf Kalla di Kantornya, Jalan Medan Merdeka Utara, Selasa (23/1).

JK tidak menampik adanya kelompok LGBT di lingkungan masyarakat. Namun, kelompok LGBT tersebut tidak terlihat secara formal.

"Bahwa kenyataannya ada iya, tapi selama tidak berkampanye keluar, tidak formal suatu keadaan sosial masyarakat yang memang ada. Memang ada keadaan sosialnya ya. Tapi tidak secara formal, tapi masing-masing pribadi kejadian masing-masing," katanya.

JK pun membantah terkait adanya aliran dana dari Badan PBB United Nations Development Programme (UNDP) untuk Indonesia agar melegalisasi LGBT. Dia pun menegaskan tidak yakin LGBT di Indonesia akan disahkan.

"Gerakan apa? Tidak pernah saya komentar LGBT. Tapi ya sekali lagi ini DPR. Saya enggak yakin bisa lolos memformalkan LGBT," tegas JK.

Rekomendasi