Jimly nilai ulah kelompok Saracen bahayakan kerukunan bangsa
Merdeka.com - Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie mengimbau masyarakat untuk tidak saling membenci secara individu maupun kelompok. Apalagi hal itu hanya dipicu berdasarkan informasi di media sosial.
Jimly menyampaikan ini terkait dengan terungkapnya kelompok penyebar ujaran kebencian bernama Saracen. Kelompok berbayar ini bisa meraup puluhan juta rupiah saat mendapat pesanan.
"Kita apresiasi kepada kepolisian menemukan adanya jenis kejahatan baru yang memanfaatkan teknologi media. Ini membahayakan kerukunan berbangsa dan bernegara," tutur Jimly, Rabu (30/8).
Jimly mengatakan informasi yang ada di medsos seringkali tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Sehingga, dia mengingatkan agar publik tidak menjadikannya dasar dalam bersikap.
"Kita imbau masyarakat pengguna medsos untuk tidak bersikap berdasarkan data yang diterima melalui medsos. Maksudnya, jangan jadi cinta atau benci terhadap seseorang gara-gara medsos," ujar tutur mantan ketua Mahkamah Konstitusi itu.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Politik Hukum dan HAM Wiranto mengatakan pemerintah tak akan membiarkan tindakan sindikat Saracen yang kerap menebar ujaran kebencian di dunia maya. Menurutnya, pemerintah telah bersusah payah menyatukan bangsa, namun Saracen mencoba mengadu domba dan memecah belah.
Wiranto mendukung langkah kepolisian dalam mengusut tuntas aktor intelektual di balik Saracen, hingga motif kegiatan yang dilakukan secara utuh. Sebab, Saracen diduga sering membuat konten hate speech dan isu SARA untuk kepentingan politik praktis, termasuk saat Pilkada.
"Pemerintah saat ini berusaha untuk membangun suasana yang kondusif, suasana yang stabil, suasana yang tidak dipenuhi dengan suatu kekisruhan, atau sesuatu yang membuat negeri ini tidak aman," katanya. (mdk/did)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya