Jasad terduga teroris di RS Bhayangkara, polisi masih berjaga

Minggu, 15 Juli 2018 11:52 Reporter : Lia Harahap
Jasad terduga teroris di RS Bhayangkara, polisi masih berjaga Ilustrasi Teroris. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Tiga jasad terduga teroris tewas dalam baku tembak di Jalan Kaliurang, Sleman, Sabtu (14/7) sore. Hingga Minggu siang, jasad mereka masih berada di RS Bhayangkara di Jalan Yogyakarta-Solo, Kalasan, Kabupaten Sleman.

"Sampai siang ini jasad terduga teroris masih berada di sini, belum ada pergerakan ambulans yang membawa jenazah keluar," kata seorang pegawai di RS Bhayangkara Yogyakarta yang tidak bersedia namanya disebut. Demikian dikutip dari Antara, Minggu (15/7).

Sementara dari pemantauan di lokasi, RS Bhayangkara hingga siang ini masih mendapatkan penjagaan ketat aparat bersenjata. Dua personel polisi bersenjata laras panjang dengan mengenakan rompi hitam berjaga di pintu masuk RS Bhayangkara.

Sedangkan di depan ruang jenazah RS Bhayangkara dipasang garis polisi (polisi line) yang melintang di pintu kamar jenazah. Selain itu sejumlah personel polisi bersenjata juga terlihat berjaga di depang kamar jenazah.

Informasi dari sumber di RS Bhayangkara hingga Minggu siang ini belum dilakukan autopsi terhadap tiga jasad terduga teroris yang tewas dalam baku tembak dengan Densus 88 Antiteror di Jalan Kaliurang, Ngaglik, Sleman, Sabtu 14 Juli 2018 sore.

Sebelumnya Kabid Humas Polda Daerah Istimewa Yogyakarta AKBP Yulianto menyebutkan tiga terduga teroris yang terlibat baku tembak dengan Densus 88 Anti Teror di Jalan Kaliurang, Ngaglik, Kabupaten Sleman Sabtu sore terindikasi tewas dalam kejadian tersebut.

"Tiga terduga teroris terindikasi tewas dalam kejadian tersebut, namun untuk kepastiannya masih menunggu hasil dari Rumah Sakit Bhayangkara Yogyakarta," kata Yulianto.

Menurut dia, di pihak petugas Densus 88 ada dua personel yang terluka karena adanya perlawanan dari kelompok teroris tersebut.

"Ada dua anggota Densus 88 yang terluka karena sabetan senjata tajam, satu orang luka di pinggang dan satunya lagi luka di lengan," katanya.

Ia mengatakan, penangkapan terhadap tiga terduga teroris ini terkait dengan penangkapan di Mlati, Sleman dan Bantul beberapa hari lalu.

"Ketiganya ini kemudian dipantau pergerakannya, namun saat akan dilakukan penangkapan ketiganya melakukan perlawanan dengan senjata api dan senjata tajam," katanya.

Yuli mengatakan, dalam kejadian ini petugas menyita barang bukti berupa satu senjata api jenis pistol dan senjata tajam. [lia]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini