Jakarta Barat Uji Coba Bakteri Ecotru Atasi Pencemaran Air Saluran Phb

Pemerintah Kota Jakarta Barat melakukan uji coba penggunaan bakteri Ecotru untuk mengatasi pencemaran air di saluran penghubung, menargetkan perbaikan kualitas air dan lingkungan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Jakarta Barat Uji Coba Bakteri Ecotru Atasi Pencemaran Air Saluran Phb
Pemerintah Kota Jakarta Barat melakukan uji coba penggunaan bakteri Ecotru untuk mengatasi pencemaran air di saluran penghubung, menargetkan perbaikan kualitas air dan lingkungan. (AntaraNews)

Pemerintah Kota Jakarta Barat (Pemkot Jakbar) memulai uji coba inovatif menggunakan bakteri Ecotru atasi pencemaran air. Inisiatif ini dilakukan di saluran penghubung (Phb) kawasan Sentral Primer Barat (SPB), Puri Kembangan pada Kamis. Langkah ini diambil untuk meningkatkan kualitas lingkungan dan kebersihan air di wilayah tersebut.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asekbang) Jakarta Barat, Imron Syahrin, menjelaskan bahwa metode sampling diterapkan dalam uji coba ini. Pengambilan sampel dilakukan untuk observasi mendalam selama lima hari ke depan. Tujuannya adalah melihat perubahan signifikan setelah pencampuran bakteri Ecotru.

Uji coba penggunaan bakteri Ecotru atasi pencemaran air ini merupakan upaya serius Pemkot Jakbar dalam menjaga kelestarian lingkungan. Kolaborasi dengan berbagai pihak diharapkan dapat memberikan solusi efektif. Harapannya, kualitas air di saluran Phb dapat kembali bersih dan sehat bagi ekosistem.

Bakteri Ecotru dikenal memiliki daya tahan yang sangat tinggi terhadap kondisi lingkungan ekstrem. Bakteri ini mampu berkembang biak pada suhu hingga 60 derajat Celsius. Selain itu, Ecotru dapat menoleransi kadar Methylene Blue Active Substances (MBAS) atau deterjen hingga 20.000 unit.

Untuk memastikan efektivitas bakteri Ecotru atasi pencemaran air, Pemkot Jakbar berkoordinasi dengan Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Jakarta Barat. Koordinasi ini bertujuan memetakan kondisi MBAS di berbagai kali di Jakarta Barat. Data ini penting untuk menentukan strategi aplikasi yang tepat.

Imron Syahrin menambahkan, jika kadar MBAS ditemukan sangat tinggi, pihaknya akan segera mencari sumber pencemarannya. Sumber tersebut bisa berasal dari limbah rumah tangga atau aktivitas pabrik. Target utama adalah kolaborasi untuk menjadikan semua kali di Jakarta Barat lebih jernih.

Direktur PT Esa Maha Karya Tunggal, Eka Lestari Sinaga, selaku kolaborator, menjelaskan bahwa proses ini adalah bentuk bioremediasi sungai. Bioremediasi merupakan metode alami untuk membersihkan polutan menggunakan mikroorganisme. Proses ini diharapkan dapat mengembalikan kondisi alami saluran air.

Dari pantauan awal, kondisi saluran air di kawasan tersebut cukup memprihatinkan. Saluran tersebut mengandung banyak minyak, lemak, serta sedimen yang tebal. Hal ini menunjukkan tingkat pencemaran yang signifikan dan memerlukan penanganan segera.

Eka Lestari Sinaga juga menyoroti adanya busa yang mengindikasikan kandungan sabun tinggi. Busa tersebut juga bisa menjadi tanda aktivitas pembusukan sampah organik yang terlarut. Kondisi ini memperkuat urgensi penggunaan bakteri Ecotru atasi pencemaran air.

Secara teknis, bakteri Ecotru memerlukan persiapan selama 24 jam sebelum dicampurkan ke dalam air. Proses persiapan ini penting untuk memastikan bakteri siap bekerja secara optimal. Setelah itu, bakteri akan mulai mengurai zat pencemar di dalam air.

Bakteri ini bekerja dengan menghentikan proses pembusukan organik yang merusak lingkungan. Dengan terhentinya pembusukan, kualitas air akan membaik secara signifikan. Ini adalah kunci efektivitas bakteri Ecotru atasi pencemaran air.

Menariknya, penggunaan bakteri Ecotru juga berdampak pada hilangnya hama seperti lalat dan belatung. Karena air menjadi lebih bersih dan tidak ada lagi proses pembusukan, hama tersebut tidak akan mau hidup di sana. Ini memberikan manfaat ganda bagi kebersihan lingkungan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi