Jadi Tersangka Kasus Suap, Nurdin Abdullah Dijebloskan ke Rutan Guntur KPK

Minggu, 28 Februari 2021 01:36 Reporter : Bachtiarudin Alam
Jadi Tersangka Kasus Suap, Nurdin Abdullah Dijebloskan ke Rutan Guntur KPK Rilis KPK OTT Nurdin Abdullah. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri menyampaikan kasus operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah bersama lima orang lainya, soal dugaan korupsi suap perizinan dan pembangunan infrastruktur pada Pemerintahan Provinsi Sulsel tahun 2020-2021.

"Dugaan korupsi terkait penerimaan hadiah atau janji dan gratifikasi oleh penyelenggara negara atau pihak yang mewakili nya terkait dengan perizinan Dan pembangunan infrastruktur di lingkungan pemerintahan provinsi Sulsel tahun 2020 2021," kata Firli saat jumpa pers, Minggu (28/2) dini hari.

Dalam OTT yang berada di tiga tempat selain mengamankan Nurdin, KPK juga berhasil mengamankan lima orang diantarannya SB selaku ajudan Nurdin, AS selaku Kontraktor, NY Supir dari AS, ER Sekdis PUTR Provinsi Sulsel, serta IF supir dari ER.

"Jumat tanggal 26 Februari 2021 sekitar pukul 23.00 WITA di tiga tempat berbeda di daerah Sulawesi Selatan yaitu rumah Dinas suadara ER di Kawasan Hartasening, jalan Poros Bulukumba, dan Rumah Jabatan Gubernur Sulsel," sebutnya

Atas hal itu, Firli menyampaikan kalau pihaknya telah menetapkan tiga tersangka diantaranya Nurdin Abdullah dan ER selaku penerima hadiah. Serta AS selaku pemberi hadiah dalam perizinan dan pembangunan infrastruktur pada Pemerintahan Provinsi Sulsel tahun 2020-2021.

Nurdin Abdullah ditahan di Rutan KPK cabang Pomdam Jaya Guntur, Edy Rahmat ditahan di Rutan KPK Kavling C1, sedangkan Agung Sucipto ditahan di Rutan Gedung Merah Putih. Ketiganya ditahan untuk 20 hari pertama hingga 18 Maret 2021.

"Para tersangka NA, ER, dan AS dilakukan penahanan selama dua puluh hari terhitung sejak tanggal 27 Februari 2021 sampai 18 Maret 2021. Saudara NA ditahan di rutan cabang KPK," tuturnya.

Atas perbuatanya, KPK mengsangkakan NA dan ER sebagai penerina dengan Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 dan Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Sementara, AS sebagai pemberi disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Sebelumnya, Gubernur Nurdin Abdullah yang terjaring OTT tiba di Gedung KPK. Dia diseret ke markas antirasuah bersama lima orang lainnya. Nurdin yang mengenakan topi biru, jaket hitam, berkacamata, dan masker putih ini mengaku sedang tidur saat ditangkap tim penindakan KPK.

"Saya lagi tidur, dijemput," ujar dia sebelum masuk lobi markas antirasuah, Sabtu (27/2).

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, Nurdin bersama pihak lainnya yang ditangkap tim penindakan KPK sudah tiba sekitar pukul 09.45 Wib.

"Pihak-pihak yang diamankan telah sampai Jakarta, dan sekitar jam 09.45 Wib tiba di Gedung Merah Putih KPK. Ada 6 orang terdiri dari kepala daerah, pejabat di lingkungan Pemprov Sulsel dan pihak swasta," kata Ali. [rhm]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini