Jadi Korban Kelamin Dipotong, Remaja di Bengkulu Ditetapkan Tersangka Pencabulan

Selasa, 23 Juni 2020 13:14 Reporter : Nur Habibie
Jadi Korban Kelamin Dipotong, Remaja di Bengkulu Ditetapkan Tersangka Pencabulan Ilustrasi borgol. shutterstock

Merdeka.com - RZ (16), remaja asal Bengkulu ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi. Dia terbelit kasus pencabulan anak di bawah umur yang tak lain adalah kekasihnya pada Maret 2020 lalu.

Namun menariknya, RZ juga merupakan korban penganiayaan dalam serangkaian kasus yang berkaitan. RZ dipotong alat kelaminnya oleh paman kekasihnya itu, usai ketahuan melakukan pencabulan.

Kronologinya, berawal dari kasus seorang paman inisial MU yang telah memotong alat kelamin RZ. Dalam kasus pemotongan kelamin, MU tengah menghadapi proses sidang di pengadilan.

Saat itu, MU memotong alat kelamin RZ di sebuah pantai karena melihat keponakannya disetubuhi oleh tersangka. Atas kejadian itu, RZ melapor ke polisi.

"Jadi kan itu dulu yang dipotong alat kelaminnya itu (RZ), itukan dilaporkan juga sama pamannya (MU) itu. Itu kan akhirnya dilaporin juga," kata Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Sudarno saat saat dihubungi merdeka.com, Selasa (23/6).

Sudarno menuturkan, dalam kasus pemotongan kelamin, MU saat ini berstatus terdakwa. Tidak terima, akhirnya keluarga MU dan kekasih korban pencabulan juga melaporkan RZ.

Atas dasar laporan itulah, RZ ditangkap oleh Unit Perlindungan Perempuan Anak (PPA) dan ditetapkan sebagai tersangka pada Minggu (21/6) kemarin.

"Terus keluarganya karena anaknya disetubuhin lapor juga sudah agak lama, setelah dilakukan pemeriksaan, dikumpulkan bukti, ternyata benar dia melakukan pencabulan, kan sama-sama anak di bawah umur juga itu," jelasnya.

"Walaupun pelakunya juga di bawah umur, korbannya yang sekarang yang perempuan kan di bawah umur juga. Nah, ternyata terbukti ya kita lakukan proses hukum ya dia jadi tersangka. Sudah ditahan, kan ancaman hukumannya 15 tahun," sambungnya.

2 dari 2 halaman

RZ Dalam Kondisi Stres

Atas kasus pencabulan itu, RZ kini harus mendekam di penjara. Kondisinya pun tidak stabil.

"Untuk kondisinya ini ya kalau hasil ininya stres, namanya masih anak-anak juga," ucapnya.

Sudarno belum bisa memastikan apakah kekasihnya dipaksa saat melakukan hubungan badan dengan RZ atau ada rasa saling suka di antara dua sejoli itu.

"(Korban dipaksa) Kalau secara detail saya belum nanya ke penyidiknya. Yang jelas kalau sudah terbukti, karena kalau anak di bawah umur itu yang jelas persetubuhan anak di bawah umur itu kan enggak boleh.”

“Karena ini perempuan, kalau laki-laki kan kecuali ada yang homo. Kalau ini kan orang normal, perempuannya tetap menjadi korban," ungkapnya.

"Karena itu UU perlindungan anak kan, UU perlindungan anak ancaman hukumannya keras. Walaupun pelakunya juga masih anak-anak. Putusannya kalau diaturan kan dikurangi sepertiga," sambungnya. [rnd]

Baca juga:
Polisi Gelar Rekonstruksi Pemerkosaan Remaja di Serpong, 1 Tersangka Masih Buron
Sembunyi di Sumedang, Buronan Kasus Perkosaan Bergiliran Remaja Tangsel Ditangkap
Iming-Iming Beri Paket Internet, Kakek Tateng Cabuli Pembantu Berusia 14 Tahun
Polisi Tangkap 3 Pemerkosa Wanita Keterbelakangan Mental di Kalideres
Menkum HAM Sebut Buronan FBI Russ Medlin Masuk RI Sebelum Red Notice Keluar
KPAI Nilai Kasus Perkosaan Bergiliran Remaja di Tangsel Sebagai Kejahatan Luar Biasa

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini