Jabar, DKI, dan Bekasi Sepakat Membangun MRT
Merdeka.com - Pemerintah Provinsi Jabar, DKI Jakarta, dan Kota Bekasi sepakat untuk berkolaborasi membangun angkutan umum massal atau Mass Rapid Transit (MRT). Ini merupakan salah satu arahan dari Presiden Joko Widodo.
Komitmen itu ditandai dengan penandatanganan Kesepakatan Bersama antara Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dengan Penjabat Gubernur DKI Heru Budi Hartono dan Plt. Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono di Gedung Sate.
Dalam kesepakatan tersebut tertuang rencana pembangunan Angkutan Umum Massal Perkotaan Koridor Barat - Timur (MRT East – West).
"Ini adalah arahan Bapak Presiden untuk memulai pembangunan MRT jalur barat ke timur. Baratnya dimulai dari Provinsi Banten, Balaraja, DKI di Tomang, masuk ke Kota Bekasi dan terus ke Cikarang, Kabupaten Bekasi," ungkap Ridwan Kamil melalui siaran pers yang diterima.
"Mudah-mudahan dalam hitungan tahun yang tidak terlalu lama, kita harapkan puluhan ribu warga Kota Bekasi yang biasa naik mobil bisa beralih ke transportasi massal," kata dia lagi.
Sementara itu Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono berharap semua proses administrasi hingga mekanisme pendanaan segera bisa dirampungkan sehingga pada tahun 2024 proyek tersebut bisa dimulai.
"Saya hadir di sini memastikan komitmen membangun MRT untuk semua. Dan nanti 2024 sudah mulai pembangunan," ujar Heru.
Proyek pembangunan MRT East-West diperkirakan menelan anggaran sekitar Rp160 triliun. Jika sudah terbangun, setiap harinya diprediksi MRT ini dapat mengangkut hingga 250.000 orang.
Proyek pembangunan ini masuk ke tahap pembangunan MRT fase 3. Pembangunan MRT jalur timur-barat ini terbagi menjadi dua fase berdasarkan wilayah, yaitu fase 1 mencakup area DKI Jakarta dan fase 2 meliputi Banten dan Jabar.
Proyek fase 1 terbagi lagi menjadi stage 1 sepanjang 24,5 kilometer dan stage 2 sepanjang 9,2 km melalui jalur Tomang, Dukuh Atas, Senen, Perintis hingga Medan Satria, Kabupaten Bekasi.
(mdk/bal)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya