InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) mengambil langkah proaktif dengan membersihkan seluruh sistem drainase di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB). Aksi ini dilakukan untuk memastikan tata air berfungsi optimal dan mengantisipasi potensi genangan air saat musim hujan tiba. Tujuannya adalah menjaga keberlanjutan infrastruktur pariwisata yang vital di kawasan tersebut.
Pembersihan drainase ini menjadi prioritas utama ITDC dalam menjaga kebersihan dan fungsionalitas KEK Mandalika. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung operasional destinasi pariwisata yang prima. Kegiatan ini juga bertujuan untuk meminimalkan risiko banjir dan dampak negatif lainnya akibat curah hujan tinggi.
PGS General Manager The Mandalika, Agus Setiawan, menegaskan pentingnya langkah ini. "Langkah ini menjadi upaya kami memastikan sistem tata air berfungsi optimal, mengurangi risiko genangan, menjaga kebersihan kawasan dan menjamin keberlanjutan infrastruktur pendukung destinasi pariwisata Mandalika," ujarnya di Lombok Tengah, Rabu.
Advertisement
Advertisement
Pembersihan drainase di Mandalika difokuskan pada seluruh jaringan saluran air, dengan perhatian khusus di Zona Barat KEK The Mandalika. Zona ini memiliki jaringan drainase terpanjang dan berfungsi sebagai jalur utama aliran air dari kawasan menuju titik pembuangan akhir. Area ini sangat krusial untuk mencegah penumpukan air.
Normalisasi saluran drainase dilakukan secara menyeluruh. Tim membersihkan saluran dari sampah, endapan lumpur, dan semak-semak yang berpotensi menghambat aliran air. Proses ini melibatkan penggunaan alat berat dan armada pendukung untuk efisiensi maksimal.
Agus Setiawan menjelaskan bahwa pembersihan ini esensial untuk menjaga kapasitas tampung air. "Normalisasi dilakukan dengan membersihkan saluran dari sampah, endapan lumpur, dan semak-semak yang berpotensi menghambat aliran air, menggunakan alat berat dan armada pendukung," katanya.
Advertisement
Advertisement
Berdasarkan pemantauan lapangan, volume endapan lumpur dan sampah di saluran drainase menunjukkan peningkatan signifikan. Sepanjang bulan Oktober 2025, volume ini naik sekitar 10 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Peningkatan ini menjadi perhatian serius bagi pengelola kawasan.
Peningkatan volume sedimen ini diakibatkan oleh intensitas hujan yang lebih tinggi serta perubahan alih fungsi lahan di bagian hulu dan sekitar kawasan. Kondisi ini secara langsung berdampak pada tingginya sedimentasi yang masuk ke saluran drainase. ITDC melihat ini sebagai tantangan yang harus segera diatasi.
Menyikapi kondisi tersebut, ITDC mempercepat normalisasi drainase di sejumlah titik prioritas. Sebanyak 89 personel gabungan dari tim gardener, tim kebersihan, tim operasional, dan pemadam kebakaran dikerahkan. Mereka dibantu oleh armada truk operasional untuk pengangkutan material hasil pembersihan.
Advertisement
Advertisement
Kegiatan pembersihan drainase ini merupakan bentuk komitmen ITDC dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan kesiapsiagaan menghadapi dinamika cuaca ekstrem. ITDC memastikan seluruh infrastruktur pendukung kawasan, termasuk saluran drainase, dalam kondisi prima. Hal ini penting agar fungsi tata air tetap berjalan baik meskipun curah hujan meningkat.
Langkah ini juga menunjukkan kesiapan operasional ITDC dalam meminimalkan risiko genangan air. Selain itu, upaya ini mendukung penerapan prinsip keberlanjutan di destinasi pariwisata KEK Mandalika. Pengelolaan lingkungan yang baik adalah kunci daya tarik pariwisata jangka panjang.
Sistem drainase di KEK Mandalika dirancang dengan pola terbuka yang terhubung ke beberapa catchment area (daerah tangkapan air). Jalur pembuangan akhir berada di bagian selatan kawasan. Desain ini memungkinkan aliran air hujan tersalurkan secara efisien menuju titik pembuangan, sekaligus berfungsi sebagai sistem pengendalian limpasan permukaan.
Advertisement
Untuk menjaga kinerja sistem, ITDC secara rutin melakukan pemeliharaan dan pembersihan saluran. Tujuannya adalah memastikan kapasitas tampung air tetap stabil serta mencegah terjadinya sedimentasi yang bisa menghambat aliran.
Sumber: AntaraNews