Istana Sebut Tak Ada 'Geng Solo' di Tubuh Polri

Senin, 23 Desember 2019 13:55 Reporter : Merdeka
Istana Sebut Tak Ada 'Geng Solo' di Tubuh Polri Jokowi Konpres Revisi UU KPK. ©2019 Liputan6.com/HO/Kurniawan

Merdeka.com - Kapolri Jenderal Idham Azis mengangkat Irjen Nana Sudjana sebagai Kapolda Metro Jaya. Bekas Kapolda NTB tersebut menggantikan posisi Irjen Gatot Eddy Pramono yang ditunjuk sebagai Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Waka Polri).

Penunjukan Irjen Nana sempat disorot Indonesia Police Watch (IPW). Sebab selama Nana berkarir di Korps Bayangkara terbilang biasa dan cenderung tak ada yang menonjol selama Nana menjabat Kapolda NTB.

"Tampilnya Nana sebagai Kapolda Metro menunjukkan Jokowi semakin hendak menonjolkan geng solo," kata Neta, dalam keterangan tertulisnya.

Nana memang pernah menjadi Kapolresta Solo saat Jokowi menjadi Wali Kota Solo. Setelah dinilai berhasil, Nana naik menjadi Wakapolda Jateng.

Menanggapi IPW, Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, menegaskan tak mungkin seorang pemimpin mempertaruhkan posisinya demi menempatkan seseorang di jabatan strategis. Moeldoko sendiri mengakui bahwa dirinya saat menjadi Panglima TNI, juga memilih orang yang dikenalinya dan telah teruji prestasinya untuk menjadi asistennya.

"Analognya seperti itulah kira-kira. Jadi semua itu dah soalnya talent scoiting bukan karena apa itu political appointed bukan. Tetapi sekali tidak mungkin sebuah jabatan yang sangat strategis itu dipertaruhkan sembarangan, enggak mungkin," kata Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (23/12).

Moeldoko meyakini bahwa penempatan seseorang di jabatan strategis pasti atas berbagai pertimbangan dan kalkulasi yang matang. Menurut dia, para pemimpin akan melihat calon pembantunya yang memiliki loyalitas kepada atasannya, kepada organisasi, dan kepada negara.

"Yang ketiga memiliki integritas, memiliki integritas yang baik. Jadi tiga hal itu selalu menjadi perhatian menjadi pertimbangan bagi seorang pemimpin untuk memilih pembantunya," jelasnya.

"Enggak mungkin sebuah jabatan yang sangat penting dipertaruhkan dengan cara-cara mendapatkan seseorang yang tidak terbukti hebat di lapangan," sambung Moeldoko.

Selain Nana, IPW juga menyoroti Brigjen Pol Ahmad Lutfi yang setelah menjabat sebagai Kapolresta Solo, langsung mendapat promosi sebagai Wakapolda Jawa Tengah. Selain itu, Irjen Pol Listyo Sigit Prabowo yang menjabat sebagai Kabareskrim. Listyo sempat menjabat sebagai Kapolresta Solo dan juga sebagai ajudan Jokowi.

Reporter: Lizsa Egeham

Sumber: Liputan6.com [lia]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini