Istana Sampai Sentil Para Kepala Desa, Wajib Monitor Warga Miskin Buntut Anak SD di Ngada Bunuh Diri Tak Mampu Beli Buku

Kepala desa, kepala dusun didesak proaktif, monitoring warga tak mampu buntut anak SD di Ngada gantung diri gara-gara tak mampu beli buku.

Nur Habibie
Oleh Nur Habibie - Reporter
Istana Sampai Sentil Para Kepala Desa, Wajib Monitor Warga Miskin Buntut Anak SD di Ngada Bunuh Diri Tak Mampu Beli Buku
Menteri Sekretaris Negara mengumumkan peluncuran proyek PSEL 'Waste to Energy' di 34 kabupaten/kota mulai Januari hingga Maret 2026, diharapkan mampu mengatasi timbunan sampah harian yang masif dan mendukung kemandirian energi nasional. (AntaraNews)

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan, kepala desa harus aktif memantau serta mengawasi kondisi kelompok masyarakat rentan. Terutama warga yang belum mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah.

Menurut Prasetyo, langkah proaktif di tingkat desa dan kelurahan akan membantu pemerintah pusat mempercepat pengentasan kemiskinan sekaligus memastikan kehadiran negara bagi masyarakat kurang mampu.

"Kepala desa atau kepala dusun yang terus-menerus melakukan monitoring dan melaporkan manakala ada warganya yang belum termasuk atau belum tercatat sebagai penerima manfaat dari program-program pemerintah," kata Prasetyo, Kamis (5/2).

Ia menyebut, pemantauan aktif tersebut juga diharapkan dapat mencegah terulangnya peristiwa-peristiwa memprihatinkan, seperti yang baru-baru ini terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Belakangan ini, media massa dan sosial dikejutkan oleh kabar dari Kabupaten Ngada, NTT. Di sana seorang siswa SD mengakhiri hidupnya karena diduga tidak mampu membeli buku dan pena untuk keperluan sekolah.

Cegah Kejadian Berulang

"Kami memastikan, kalaupun belum bisa kita berdayakan secara mandiri, tetapi kehadiran atau intervensi pemerintah harus kita pastikan untuk menyentuh ke seluruh lapisan, terutama yang paling bawah, sehingga kejadian-kejadian seperti ini tidak terulang kembali," ujarnya.

Jadi Bahan Evaluasi

Prasetyo mengungkapkan, pemerintah menjadikan peristiwa tersebut sebagai bahan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan pengentasan kemiskinan yang selama ini dijalankan.

"Ini bagian dari yang harus kita evaluasi secara menyeluruh gitu. Masalah pendataan, masalah laporan, termasuk kepedulian sosial kita," pungkasnya.

Rekomendasi