Istana Luruskan Kabar Pesawat Jokowi Rusak hingga Batal Terbang
Merdeka.com - Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono meluruskan kabar pesawat Kepresidenan rusak pada Selasa (11/10). Heru menyatakan, tak ada masalah serius dengan pesawat kepresidenan.
Dia mengakui, Presiden Jokowi batal terbang pada Senin (10/10). Harusnya presiden dijadwalkan berangkat menuju Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur.
Namun batal bukan karena pesawat kepresidenan rusak. Melainkan faktor cuaca yang membuat Jokowi batal terbang.
Heru beralasan, batalnya keberangkatan Jokowi disebabkan ada agenda internal. Faktor lainnya adalah cuaca buruk yang bisa menyebabkan terganggunya jarak pandang pesawat.
"Karena ada agenda intern dan kemudian dilimpahkan ke Menteri BUMN, dan ada faktor eksternal, jarak pandang harus 3.000, ini (kemarin) jarak pandang 1.000," kata Heru di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (12/10).
"Iya (batal berangkat dari Bandara Halim Perdanakusuma menuju Bandara Juanda Surabaya, Sidoarjo)," sambungnya.
Karena cuaca yang buruk, pihak istana menunggu lama di Jakarta. Akhirnya, keberangkatan Jokowi dibatalkan. Di tambah, acara di Jatim sudah hampir selesai.
"Ini tentunya kan kita harus stay dulu. kita stay, menunggu lama, di sisi lain, waktu kegiatan di Jatim kan sudah berlangsung. Kita kan nunggu 30 menit, lalu start engine (pesawat) 20 menit, kan sudah 50 menit ya kan acara di sana sudah selesai," terangnya.
"Gitu sih simple saja sih, lalu hari Senin juga hujan dua kali, di sini juga hujan kan, gitu saja," jelas Heru.
Awal Mula Kabar Pesawat Rusak
Awal mula kabar pesawat RI bermasalah, dari laporan penyitaan (KTA) seorang Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) bernama Serka Nasihin oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran.
Penyitaan KTA itu dipicu mobil dikendarai Serka Nasihin menghalangi rombongan Fadil Imran di Jalan MT Haryono, Cawang, Jakarta Selatan. Kabar penyitaan tersebut beredar di aplikasi percakapan WhatsApp.
Dalam pesan berantai tersebut dijelaskan bahwa insiden itu barawal saat bus AJP Denlat nomor 10 dikemudikan Serka Nasihin hendak kembali dari Mako Paspampres Tanah Abang II pada Senin (10/10). Sesampainya di Tol Cawang, bus tersebut terjebak macet kendaraan lainnya karena jam pulang kerja.
Serka Nasihin kemudian mengemudikan bus ke bahu jalan paling kiri. Namun ketika di pintu masuk Tol MT Haryono, tiba-tiba ada mobil dinas polisi. Bus dikemudikan Serka Nasihin lalu mengarah ke kanan jalan. Tiba-tiba motor pengawal Kapolda Metro Jaya menghentikan bus AJP Denlat Paspampres Nomor 10 tersebut.
KTA Paspampres Disita Kapolda
Kapolda Metro Jaya kemudian keluar dari mobilnya dan langsung berdiri di depan bus AJP Denlat Paspampres Nomor 10. Lalu dia masuk bus lewat pintu depan kiri dan menanyakan kepada Serka Nasihin.
"Kamu dari mana? Kamu Paspampres? Kamu menghambat kegiatan saya lagi," kata Fadil.
Serka Nasihin lalu menjawab pertanyaan jenderal bintang dua itu dengan kata-kata siap salah. "Kamu tahu enggak pesawat RI 1 ada trouble," kata Fadil.
Kemudian Serka Nasihin menyampaikan mohon maaf jenderal sambil memberi tangan tanda memohon maaf. Kapolda Metro kemudian meminta KTA Serka Nasihin. Serka Nasihin Menunjukan KTA-nya Ke Kapolda.
"Sudah kamu ambil KTA-mu ke Danpaspampres," kata Fadil.
Penjelasan Danpaspampres
Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Danpaspampres) Marsekal Pertama (Marsma) TNI Wahyu Hidayat Sudjatmiko membenarkan peristiwa tersebut. Namun menurut dia, insiden tersebut telah diselesaikan langsung olehnya dengan bertemu Kapolda Metro Jaya saat sama-sama menjemput Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur.
"Sudah-sudah kita clear kan semuanya sama kapolda. Sudah enggak ada masalah lagi kok. Anggota juga kita tegur segala macam kita sampaikan ke jajaran semuanya," kata Wahyu saat dihubungi merdeka.com, Rabu (12/10).
Wahyu mengatakan, persoalan tersebut hanya kesalahpahaman di jalan. Namun ditegaskannya permasalah itu telah diselesaikan dengan anggota paspampres mendapat teguran darinya.
"Itu kemarin hanya macet dan sebagainya jadi menghambat perjalanan dan itu kita sudah sampaikan ke jajaran semua untuk memberikan akses apabila memang ada yang memerlukan jalan seperti ambulans dan sebagainya," kata dia.
Menurut dia, KTA paspampres tersebut juga sudah dikembalikan setelah Kapolda Metro Jaya memberikan langsung kepadanya ketika bertemu saat sama-sama menjemput Presiden Jokowi di Bandara Halim Perdanakusumah.
"Sudah, langsung di halim kan beliau menjemput langsung ketemu saya di halim langsung memberikan ke saya. Jadi enggak ada masalah," kata dia.
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya