Nyamuk sering kali dianggap sebagai makhluk menyebalkan yang membuat geram. Gigitannya menimbulkan rasa sakit dan bisa mendatangkan sejumlah penyakit.
Advertisement
Advertisement
Bahkan satu-satunya bukti bahwa nyamuk pernah hidup di Islandia berdasarkan laporan The New York Times hanya penemuan Tuan Gisalon pada tahun 1980, saat ia melakukan perjalanan dengan pesawat dari Greenland menuju Islandia. Ketika itu dia menangkap nyamuk yang kini telah diawetkan dalam botol alkohol di Institute of Natural History.
Meskipun nyamuk dapat bertahan dalam suhu rendah, seperti musim dingin Arktik, mereka tetap tidak mampu beradaptasi dengan cuaca di Islandia. Hal tersebut dikarenakan sepanjang tahun akan ada tiga kali musim beku yang membuat nyamuk tidak dapat berkembang biak di danau mana pun di Islandia.
Saat memasuki tahap dewasa, nyamuk biasanya akan berkembang biak. Namun, belum sempat berkembang biak, cuaca dingin kembali datang yang membuat air beku sehingga nyamuk tak dapat bertahan hidup.
Advertisement
Untuk berkembang biak, nyamuk memerlukan kondisi lingkungan yang panas dan lembab, sekaligus iklim dingin yang tak terlalu ekstrem. Akan tetapi, iklim di Islandia terlalu tidak stabil bagi mereka, yang menyebabkan nyamuk tak dapat bertahan hidup.
Advertisement
Para ilmuwan menduga Islandia tak selamanya akan bebas nyamuk. Faktor-faktor seperti pemanasan global diperkirakan akan berdampak pada munculnya nyamuk di Islandia. Suhu udara rata-rata yang akan meningkat, dan spesies-spesies yang sebelumnya tidak dapat hidup diperkirakan akan segera dapat berkembang biak.