Investasi Masa Depan: Program Makan Bergizi Gratis Dongkrak Kualitas SDM, Kata Anggota DPR

Program Makan Bergizi Gratis bukan sekadar bantuan, melainkan investasi penting untuk kualitas SDM. Anggota DPR RI mengungkapkan data survei yang menunjukkan dampak positifnya.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Investasi Masa Depan: Program Makan Bergizi Gratis Dongkrak Kualitas SDM, Kata Anggota DPR
Program Makan Bergizi Gratis bukan sekadar bantuan, melainkan investasi penting untuk kualitas SDM. Anggota DPR RI mengungkapkan data survei yang menunjukkan dampak positifnya. (AntaraNews)

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, baru-baru ini menegaskan pentingnya Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menyampaikan pandangannya di Jakarta pada hari Jumat, 20 Februari, mengenai program strategis ini. Program MBG dinilai sebagai langkah investasi jangka panjang yang krusial bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Indonesia.

Menurut Lalu Hadrian Irfani, Program Makan Bergizi Gratis bukan hanya sekadar pemberian bantuan makanan rutin. Lebih dari itu, program ini merupakan fondasi vital untuk membangun generasi penerus yang lebih berkualitas dan berdaya saing. Investasi ini diharapkan mampu memberikan dampak positif yang berkelanjutan di masa depan.

Penilaian tersebut didukung oleh hasil survei dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Pusat Penguatan Karakter. Survei menunjukkan bahwa Program Makan Bergizi Gratis memiliki pengaruh signifikan terhadap peningkatan konsentrasi serta fokus belajar siswa di seluruh Indonesia.

Survei evaluasi yang dilakukan Kemendikbudristek ini terintegrasi dalam kerangka Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7KAIH). Fokus utamanya adalah kebiasaan makan sehat dan bergizi yang diterapkan pada siswa. Proses survei dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu Mei–Juni 2025 dan November–Desember 2025.

Survei skala nasional ini melibatkan partisipasi masif dari 1.203.309 responden siswa di berbagai wilayah Indonesia. Data yang terkumpul memberikan gambaran komprehensif mengenai efektivitas Program Makan Bergizi Gratis. Hasilnya menunjukkan korelasi langsung antara asupan gizi dan performa belajar anak.

Temuan survei sangat menggembirakan, terutama di sekolah-sekolah yang telah menerima Program Makan Bergizi Gratis. Sekolah-sekolah tersebut mencatat rata-rata penurunan gangguan belajar akibat lapar sebesar 2,37 poin persentase. Angka ini lebih besar dibandingkan sekolah yang belum mengimplementasikan program serupa.

Lalu Hadrian Irfani menambahkan bahwa dampak positif ini semakin terasa di wilayah Indonesia Timur. Di sana, penurunan gangguan belajar akibat lapar pada sekolah penerima MBG tercatat 14,85 poin persentase lebih besar. Perbedaan signifikan ini dibandingkan dengan sekolah yang belum melaksanakan Program Makan Bergizi Gratis menunjukkan urgensi program.

Menanggapi hasil survei yang positif, Lalu Hadrian Irfani mendesak pemerintah untuk semakin gencar dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Perluasan cakupan program menjadi prioritas agar lebih banyak siswa dapat merasakan manfaatnya. Data menunjukkan pemenuhan gizi memiliki korelasi langsung dengan kualitas pembelajaran.

Meskipun demikian, Lalu menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program secara berkelanjutan. Berbagai kekurangan yang masih ditemukan di lapangan, seperti insiden makanan basi atau kasus keracunan, harus segera ditangani. Pencegahan dan antisipasi perlu diperkuat dengan sistem pengawasan yang lebih ketat.

"Perbaikan harus terus dilakukan," ujar Lalu Hadrian Irfani. Ia mengingatkan agar program dengan tujuan baik ini tidak justru menimbulkan persoalan baru di masyarakat. Standar keamanan pangan, efisiensi distribusi, dan mekanisme pengawasan harus diperkuat secara signifikan untuk memastikan keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis.

Komisi X DPR RI juga mendorong Kemendikbudristek untuk proaktif memberikan masukan dan rekomendasi. Masukan ini ditujukan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) yang bertanggung jawab atas pelaksanaan teknis MBG. Tujuannya adalah agar kualitas program semakin baik, tepat sasaran, dan memberikan manfaat optimal bagi seluruh penerima.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi