Instalasi Farmasi RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang Kembali Beroperasi Pasca Banjir

Instalasi Farmasi RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang secara bertahap kembali beroperasi pasca-banjir, memulihkan layanan vital bagi masyarakat. Simak detail pemulihan dan tantangan yang dihadapi rumah sakit.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Instalasi Farmasi RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang Kembali Beroperasi Pasca Banjir
Instalasi Farmasi RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang telah kembali beroperasi secara bertahap pascabencana banjir, menandakan pemulihan layanan kesehatan vital bagi masyarakat. (AntaraNews)

RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang memulai kembali operasional instalasi farmasinya setelah terdampak parah oleh bencana banjir. Pemulihan ini menjadi kabar baik bagi layanan kesehatan di wilayah tersebut. Aktivitas di instalasi farmasi kini kembali berjalan secara bertahap.

Kepala Instalasi Farmasi, Puput Mayasari, mengonfirmasi bahwa proses ini mempertimbangkan keterbatasan sumber daya manusia serta kondisi sarana dan prasarana. Lumpur memenuhi instalasi farmasi pascabencana. Kondisi ini sempat menjadi perhatian publik melalui media sosial.

Setelah hampir dua bulan pascabencana dan sekitar dua minggu sejak akhir Desember 2025, instalasi farmasi sudah dapat beraktivitas kembali. Langkah ini menunjukkan komitmen rumah sakit dalam memberikan pelayanan kesehatan optimal. RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang terus berupaya memulihkan seluruh layanannya.

Instalasi farmasi saat ini difungsikan sebagai gudang penyimpanan obat. Penataan obat-obatan dilakukan secara bertahap sesuai bentuk sediaan dan tata cara penyimpanan yang berlaku. Prioritas utama adalah memastikan ketersediaan dan keamanan obat bagi pasien.

Pelayanan farmasi untuk IGD dan rawat jalan masih dilakukan di gedung terpisah. Sementara itu, pelayanan rawat inap telah mulai berjalan dengan sistem yang disesuaikan. Adaptasi ini dilakukan untuk menjaga keberlangsungan layanan medis.

Puput Mayasari menyatakan optimisme bahwa seluruh pelayanan farmasi akan dipindahkan ke gedung instalasi. Ini akan terjadi setelah semua tertata rapi dan aman. Dukungan berbagai pihak sangat membantu dalam proses pemulihan ini.

Sebelum instalasi farmasi, RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang telah membuka Unit Gawat Darurat pada Selasa (9/12/2025). Pembukaan UGD ini dilakukan setelah proses pembersihan intensif. Banjir mulai surut pada minggu sebelumnya, memungkinkan upaya pembersihan.

Tim gabungan dari TNI, Marinir, dan Brimob turut membantu membersihkan lumpur dari area pelayanan rumah sakit. Kolaborasi ini mempercepat proses pemulihan fasilitas. Lumpur yang tebal menjadi tantangan utama yang berhasil diatasi.

Selain unit farmasi, layanan cuci darah juga menjadi fokus pemulihan mendesak bagi RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang. Layanan ini krusial bagi pasien kronis. Lumpur di kedua ruangan telah dibersihkan untuk mempercepat pemulihan.

Direktur RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang, dr. Andika Putra, menjelaskan bahwa proses pemulihan dilakukan secara paralel. Pengecekan teknis oleh penyedia alat juga menjadi bagian penting dari upaya ini. Ini memastikan semua peralatan berfungsi optimal dan aman.

Pengecekan tersebut sangat vital untuk menjamin keamanan dan efektivitas operasional. Terutama untuk alat-alat medis yang sensitif. Rumah sakit berkomitmen penuh untuk mengembalikan semua layanan kepada masyarakat.

Dengan dukungan penuh dari berbagai pihak, dr. Andika Putra optimistis RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang akan segera beroperasi normal. Pemulihan ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan layanan kesehatan masyarakat. Semangat kolaborasi menjadi kunci keberhasilan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi