Ini yang Perlu Dipersiapkan Orang Tua Sebelum Menemani Anak Belajar di Rumah
Merdeka.com - Sudah hampir tiga bulan kegiatan belajar mengajar dialihkan dari sekolah ke rumah. Kondisi ini dikarenakan status pandemi Covid-19 yang merebak di Tanah Air.
Pemindahan proses belajar anak ke rumah tentunya membutuhkan kerja sama lebih besar dari orang tua. Oleh karena itu, dibutuhkan kesiapan dari orang tua dalam mengendalikan dirinya sebelum memulai mengajarkan anak selama proses belajar mengajar dari rumah berlangsung.
"Harusnya orang tua oke dulu. Artinya bisa mengendalikan diri atas apa yang sedang dialaminya," kata Psikolog Universitas Indonesia (UI), Dr Rose Mini Agoes Salim, di Jakarta. Demikian dikutip dari Antara, Rabu (10/6).
Apabila hal tersebut bisa diterapkan oleh setiap orang tua, maka proses saat belajar di rumah akan lebih baik.Sebab ia menilai, banyaknya pengaduan atau informasi terkait anak mengalami perlakuan tidak baik bahkan kekerasan selama pembelajaran jarak jauh semata-mata bukan karena muncul dari orang tua itu sendiri melainkan ada faktor penyebab.
Salah satu faktor yang menyebabkan orang tua merasa kurang sabar dalam mendidik dan mengajar anak karena ikut terimbas pandemi Covid-19.
Ada orang tua yang dirumahkan dari perusahaan tempat ia bekerja hingga pemutusan hubungan kerja sehingga pemasukan berkurang. Hal itu berimbas langsung kepada pola asuh anak saat pembelajaran jarak jauh.
Imbas pola asuh tersebut bisa mengarah pada sikap, perkataan dan tindakan orang tua kepada anak saat mereka minta dibantu atau dibimbing terkait pelajaran atau tugas yang diberikan sekolah.
"Masalah sebenarnya bukan karena anak saja sampai orang tua melakukan kekerasan, tetapi mereka mendapat imbas Covid-19," ujarnya.
Sementara itu, Dito salah seorang wali murid mengaku awal-awal pandemi Covid-19 cukup kesulitan menghadapi anak terutama saat proses belajar mengajar di rumah.
"Bahkan, awalnya sebelum terbiasa dengan pola baru ini aku dan istri seringkali terbawa emosi terutama saat anak mogok belajar," kata dia.
Ia mengaku hal itu mungkin karena harus membiasakan diri membimbing anak belajar lebih intens dan dalam durasi waktu lebih lama. Selain itu, dalam waktu bersamaan juga membimbing anak mengerjakan tugas-tugas yang lebih banyak dibandingkan sebelum pandemi.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya