Ini Tanggapan Bupati Sukabumi soal Raya Meninggal Akibat Tubuh & Otaknya Dipenuhi Cacing

Bupati Sukabumi, Asep Japar, memberikan pernyataan mengenai kasus kematian Raya, anak tiga tahun yang meninggal akibat cacing yang bersarang di tubuhnya.

Fira Syahrin
Oleh Fira Syahrin - Reporter
Ini Tanggapan Bupati Sukabumi soal Raya Meninggal Akibat Tubuh & Otaknya Dipenuhi Cacing
Raya, seorang bocah berusia tiga tahun di Kampung Padangenyang, Desa Cianaga, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, meninggal dengan penyakit yang langka: seluruh tubuhnya dipenuhi ca (© 2025 Liputan6.com)

Bupati Sukabumi, Asep Japar, memberikan tanggapan mengenai kasus meninggalnya balita berusia tiga tahun bernama Raya, yang meninggal akibat infeksi cacing yang menyerang otaknya di Kampung Padangenyang, Desa Cikajang, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi. Dalam pernyataannya, Asep Japar menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas kepergian Raya.

"Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Sukabumi, pertama menyampaikan bela sungkawa terhadap meninggalnya Ananda Raya," ungkapnya di Pendopo Kabupaten Sukabumi, Rabu (20/8/2025).

Lebih lanjut, Asep Japar menjelaskan bahwa kematian Raya tidak hanya disebabkan oleh infeksi cacing, tetapi juga karena adanya kesalahan dalam pola asuh. Ia mengaku telah menjalin komunikasi langsung dengan keluarga korban dan menemukan bahwa orang tua Raya menghadapi berbagai kekurangan, baik dari segi sumber daya manusia maupun mental.

"Intinya pola asuh yang salah, sehingga anak terlantarkan," tambahnya.

Bantah Abai

Asep menjawab kritik yang menyatakan bahwa Pemerintah Daerah (Pemda) Sukabumi tidak memperhatikan kondisi Raya. Ia menegaskan bahwa Pemda, beserta perangkat desa dan puskesmas, telah hadir dan memberikan pelayanan sebelum kejadian tersebut.

"Bahkan pada saat pelayanan Posyandu dia suka dibawa ke Posyandu, dia ke Puskesmas datang juga," imbuhnya.

Dia juga menambahkan bahwa kepala desa dan bidan di wilayah tersebut masih memiliki hubungan keluarga dengan korban, sehingga mereka telah memberikan perhatian yang diperlukan.

Janji Lebih Baik

Dalam pertemuan tersebut, Asep Japar menekankan kepada semua perangkat daerah, termasuk camat, kepala desa, serta pengurus RW dan RT, untuk memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat.

"Kita harus betul-betul ke depan itu melayani masyarakat dengan baik karena kita sebagai pelayan publik," tegasnya.

Mengenai sanksi, Bupati Asep Japar berkomitmen untuk mengambil tindakan tegas apabila ada aparat yang terbukti lalai dalam menangani kasus ini. Selain itu, ia juga mengklarifikasi terkait isu BPJS yang tidak aktif, berharap agar pemerintah pusat memperhatikan masalah ini demi memastikan masyarakat miskin mendapatkan akses layanan kesehatan yang memadai.

Di akhir pernyataannya, Asep Japar menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh warga Sukabumi atas nama pemerintah. Ia berharap agar kasus ini dapat menjadi pelajaran berharga agar tidak terulang di masa mendatang.

Ancaman Dedi Mulyadi

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengungkapkan rasa prihatin dan permohonan maaf terkait kondisi yang dialami oleh Raya, yang berujung pada kematiannya.

"Saya menyampaikan prihatin dan rasa kecewa yang mendalam, serta permohonan maaf atas meninggalnya seorang balita berusia 3 tahun, dan dalam tubuhnya dipenuhi cacing," ujarnya dalam akun Instagram @dedimulyadi71 pada Rabu (20/8/2025).

Dedi juga menyatakan bahwa ia telah berkomunikasi dengan dokter yang menangani jenazah Raya dan menerima laporan mengenai keadaan keluarga korban.

"Ibunya mengalami gangguan kejiwaan atau ODGJ, dia sering dirawat oleh neneknya, dan bapaknya mengalami penyakit paru-paru, TBC," katanya.

Dedi menambahkan bahwa sejak kecil, Raya tinggal di kolong rumah yang kotor, berdekatan dengan ayam dan kotoran, sehingga menyebabkan kondisi kesehatannya memburuk.

Melihat situasi keluarga dan kondisi Raya, Dedi Mulyadi merasa marah, terutama kepada aparat desa Cianaga. Ia mempertimbangkan untuk memberikan sanksi kepada berbagai pihak, termasuk tim penggerak PKK, Kepala Desa, dan Bidan Desa, akibat peristiwa tragis ini.

"Untuk itu perhatian untuk semua dimungkinkan saya akan memberikan sanksi bagi desa tersebut karena fungsi-fungsi PKK-nya tidak jalan, fungsi Posyandunya tidak berjalan, dan fungsi kebidanannya tidak berjalan," tegasnya.

"sanksi-sanksi akan kami berikan ke siapapun dan daerah manapun yang terbukti tidak memberikan perhatian ke masyarakat. Dan selanjutnya kami melakukan langkah-langkah penanganan kepada keluarga tersebut," jelasnya.

Rekomendasi