Balita Meninggal Dunia karena Cacingan, Dedi Mulyadi Bekukan Anggaran Desa Sukabumi

Pencairan anggaran desa untuk Kabupaten Sukabumi ditunda sampai tahun depan.

Robby Bouceu
Oleh Robby Bouceu - Reporter
Balita Meninggal Dunia karena Cacingan, Dedi Mulyadi Bekukan Anggaran Desa Sukabumi
Balita Tewas karena Cacingan, Dedi Mulyadi Bekukan Anggaran Desa Sukabumi (Robby bouceu garnia)

Kasus kematian seorang balita akibat infeksi cacing di Kabupaten Sukabumi berbuntut panjang. Pemerintah menunda pencairan anggaran desa di wilayah tersebut sebagai bentuk evaluasi terhadap pengelolaan dana kesehatan dan sanitasi.

Hal itu dikatakan oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi soal pencairan anggaran desa untuk Kabupaten Sukabumi ditunda sampai tahun depan.

"Saya tunda yang tahun ini. Jadi tahun ini enggak saya kasih," kata Dedi di Gedung Pakuan Bandung, Rabu (20/8).

Hari ini, orangtua Raya sudah dirawat di RS Welas Asih, Bandung. Ibunya mendapat penanganan gangguan kejiwaan, sementara sang ayah dirawat karena TBC.

Dedi menyebut kasus Raya jadi alarm keras buat pemerintah Kabupaten Sukabumi. Menurutnya, terlalu banyak masalah di Sukabumi yang justru harus ia tangani sendiri.

"Misalnya ada orang pergi ke Batam, pulangnya nggak ada ongkos, lalu ditipu temannya, muncul di media sosial mintanya ke gubernur. Saya pengen bupati atau kepala desa cepat tangani. Kalau nggak mampu, baru bilang," ucapnya.

Ia juga menyinggung soal infrastruktur desa. Mulai dari jembatan putus, rumah roboh, hingga kebutuhan dasar warga yang tak segera ditangani.

"Betul bahwa gubernur punya tugas menyelesaikan berbagai hal. Tetapi bupati dan seluruh jajaran sampe desa juga harus bekerja keras untuk mewujudkan apa yang dinyanyikan ketika kampanye kemarin," ujarnya.

Dedi pun meminta Dinas Kesehatan Jabar berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi. Evaluasi kinerja puskesmas dan bidan desa harus dilakukan.

"Kan harus ada data di posyandu, ada kartu bayinya. Anak itu pernah ditimbang gak? Terdata nggak di posyandu? Masa sih tetangganya enggak ada yang tau? Kan nggak mungkin. Artinya bahwa ada pembiaran, ada sikap yang abai selama ini terhadap problem yang dihadapi warga tersebut," ucap Dedi.

Ia juga menyindir pemerintah daerah yang kalah cepat dari sebuah yayasan dalam menangani kasus ini.

"Masa negara kalah kecepatannya sama yayasan?" katanya.

Soal rencana bertemu pihak desa, Dedi bilang belum ada agenda.

"Oh saya nggak ada (pertemuan dengan desa). Hari ini saya mau nengok mereka di rumah sakit," katanya.

Rekomendasi