Ini Pengganti Kolonel Hendi Suhendi yang Dipecat karena Istri Nyinyir Soal Wiranto

Sabtu, 12 Oktober 2019 10:25 Reporter : Salviah Ika Padmasari
Ini Pengganti Kolonel Hendi Suhendi yang Dipecat karena Istri Nyinyir Soal Wiranto Kolonel Inf Alamsyah. ©2019 Merdeka.com/Salviah Ika Padmasari

Merdeka.com - Panglima Komandan Daerah Militer XIV Hasanuddin Mayjen TNI Surawahadi langsung menggelar upacara serah terima (Sertijab) Komandan Kodim Kendari pada Sabtu (12/10). Sertijab ini dilakukan di Markas Komando Resor Militer Kendari, Sulawesi Tenggara.

Surawahadi akan melantik Kolonel Inf Alamsyah sebagai Komandan Kodim Kendari menggantikan Kolonel Kav Hendi Suhendi. Hendi dicopot dari jabatannya dan ditahan akibat komentar istrinya di media sosial.

Sebelumnya, Kolonel Inf Alamsyah adalah Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) VII/Wirabuana yang kini berganti nama menjadi Kodam XIV/Hasanuddin. Jabatan terakhirnya adalah staf khusus Pangdam XIV/Hasanuddin.

Belum cukup setahun menjabat staf khusus Pangdam XIV/Hasanuddin, Alamsyah harus kembali ke Kendari. Ternyata, sebelumnya dia sudah pernah bertugas di Kendari .

"Iya alhamdulillah. Ini amanah," kata Alamsyah saat dihubungi, Sabtu (12/10).

Kapendam XIV Hasanuddin, Kolonel Inf Maskun Nafik mengatakan, sebelumnya Alamsyah pernah bertugas di Kendari sebagai Kepala Staf Korem (Kasrem) 143/Halu Oleo.

"Pengganti eks Dandim Kendari adalah Kolonel Inf Alamsyah. Pernah Kapendam dan terakhir di sini, staf khusus Pangdam," kata Maskun Nafik.

1 dari 1 halaman

Dicopot dan Ditahan karena Istri Nyinyir

Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal Andika Perkasa mengambil tindakan tegas terhadap istri prajurit berkomentar nyinyir terkait penusukan terhadap Menko Polhukam Wiranto. Komentar itu kemudian viral di media sosial.

"Pertama kepada individu yang juga merupakan istri dari anggota TNI AD, yang pertama berinisial IPDN, dan yang kedua adalah LZ," kata Andika di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Jumat (11/10).

Diketahui IPDN merupakan istri dari Komandan Kodim Kendari, Kolonel HS. Sedangkan LZ istri dari Sersan Dua inisial Z yang bertugas di Detasemen Kavaleri Berkuda Bandung.

Kedua wanita itu nantinya akan diarahkan ke peradilan umum. Mereka dianggap melanggar UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU Nomor 8 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Untuk posisi sang suami, kata Andika, Kolonel HS dan Sersan Dua Z dianggap telah memenuhi pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2014 yaitu Hukum Disiplin Militer.

"Konsekuensinya Kolonel HS sudah saya tandatangani surat perintah melepas dari jabatannya dan akan ditambah dengan hukuman disiplin militer berupa penahanan selama 14 hari. Penahanan ringan selama 14 hari," ujarnya.

"Begitu juga dengan Sersan Z, telah dilakukan surat perintah melepas dari jabatannya dan kemudian menjalani proses hukuman disiplin militer," tambahnya.

Andika mengaku sudah menandatangani proses serah terima atau pelepasan administrasi. Menurutnya, besok akan dilepas oleh Panglima Kodam di Makassar karena masuk di Kodam Hasanuddin yaitu Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara. [fik]

Baca juga:
Pantaskah Anggota TNI Dihukum Gara-gara Istri Nyinyir di Medsos?
Dihukum karena Istri Nyinyir Soal Penusukan Wiranto, Serda Z Baru Lulus Pendidikan
Jari-jari 'Nakal' Tiga Istri Prajurit TNI Antarkan Suami ke Bui
Ini Komentar Istri Anggota TNI AU yang Nyinyiri Penusukan Wiranto
Istri Ikut Nyinyiri Penusukan Wiranto, Anggota TNI AU Dicopot dan Ditahan
Sertijab Dandim Kendari Digelar Besok, Dipimpin Pangdam Hasanuddin

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini