Ini alasan polisi gandeng KPK telusuri pungli Dinas Penanaman Modal

Ini alasan polisi gandeng KPK telusuri pungli Dinas Penanaman Modal. Penyidik Polrestabes Bandung penting terus mencari barang bukti lain untuk terus mengembangkan kasus pungli yang mana saat ini sudah menetapkan enam tersangka. Selain Dandan, lima tersangka adalah staf dinas tersebut.

Andrian Salam Wiyono
Oleh Andrian Salam Wiyono - Reporter
Ini alasan polisi gandeng KPK telusuri pungli Dinas Penanaman Modal
Ilustrasi KPK. ©2015 Merdeka.com

Dalam penggeledahan di Kantor Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), di Jalan Cianjur, Kota Bandung kali ini, Satreskrim Polrestabes Bandung menggandeng penyidik dari KPK. Kehadiran lembaga antirasuah itu, dimaksudkan membantu memberikan alat dan tenaga untuk terus mengembangkan kasus yang menyeret langsung Kepala Dinas Dandan Riza Wardana.Pantauan merdeka.com, Sabtu (3/2) pukul 13.25 WIB, jajaran Satreskrim Polrestabes Bandung bersama penyidik KPK kembali datang ke kantor DPMPTSP, Jalan Cianjur, Kota Bandung. Penyidik gabungan yang diperkirakan 10 orang datang membawa sejumlah koper besar ke dalam beberapa ruangan."‎Penyidik Polrestabes Bandung di-backup tim KPK melakukan kloning data digital forensik. Hari ini Kami mendapatkan bantuan dari KPK berupa alat, dan tenaga pendataan dan pengambailan dari komputer yang ada hubungannya dengan tindak pidana korupsi ini," kata Kasat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP Yoris Mauludana.Menurut dia, penyidik Polrestabes Bandung penting terus mencari barang bukti lain untuk terus mengembangkan kasus pungli yang mana saat ini sudah menetapkan enam tersangka. Selain Dandan, lima tersangka adalah staf dinas tersebut."‎Sejauh ini lokusnya untuk mencari barang bukti digital forensik. Di sini penting diambil. Kemungkinan ada data dihapus sehingga kita munculkan lagi. Ini untuk pengambilan barang bukti data dan analisa. Dianalisa KPK untuk penyidikan selanjutnya," imbuhnya.Sejauh ini pelayanan di dinas tersebut memang masih terganggu lantaran sejumlah fasilitas masih dilakukan penyegelan. Pihaknyapun mengaku, untuk bisa secepat mungkin merampungkan pengumpulan barang bukti agar layanan pada masyarakat di Dinas PMPTSP‎ bisa kembali normal. ‎"Secepatnya kita akan lakukan koordinasi dengan Pemkot untuk segera mungkin pelayanan bisa dimulai lagi. Target senin berjalan. Nanti police line dibuka akan normal. Yang penting data sekarang sudah kita punya," terangnya.Sampai pukul 16.00 WIB penyidik masih melakukan penggeledahan di dinas tersebut.

Rekomendasi