Indonesia Pasar Gim Terbesar Asia Tenggara, KSP Dorong Pengembangan Industri Gim Nasional Agar Tak Hanya Jadi Konsumen

Kepala KSP menyoroti potensi besar industri gim Indonesia yang kini menjadi pasar terbesar di Asia Tenggara. Namun, ia mendesak agar Indonesia tidak hanya menjadi konsumen, melainkan pengembang gim berdaya saing global.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Indonesia Pasar Gim Terbesar Asia Tenggara, KSP Dorong Pengembangan Industri Gim Nasional Agar Tak Hanya Jadi Konsumen
Kepala KSP menyoroti potensi besar industri gim Indonesia yang kini menjadi pasar terbesar di Asia Tenggara. Namun, ia mendesak agar Indonesia tidak hanya menjadi konsumen, melainkan pengembang gim berdaya saing global. (Merdeka.com)

Kantor Staf Presiden (KSP) melalui Kepala KSP Muhammad Qodari menyerukan pentingnya pengembangan industri gim nasional yang berdaya saing global. Seruan ini disampaikan di tengah fakta bahwa Indonesia, meskipun memiliki pasar gim yang sangat besar, masih didominasi oleh produk-produk dari pengembang asing. Qodari menekankan urgensi transformasi digital untuk kemajuan ekonomi bangsa.

Pernyataan tersebut disampaikan Qodari dalam acara DGVeRS 2025 yang berlangsung di Jakarta Selatan pada Sabtu. Ia menyoroti paradoks antara jumlah pemain gim yang masif di Indonesia dengan minimnya konglomerat gim lokal yang mampu bersaing di kancah internasional. Situasi ini mendorong KSP untuk mendesak dukungan penuh terhadap ekosistem pengembangan gim di tanah air.

Menurut data pemerintah, Indonesia kini memiliki lebih dari 150 juta pemain gim aktif, menjadikannya pasar gim terbesar di Asia Tenggara. Dengan potensi nilai pasar yang diperkirakan mencapai Rp30 triliun pada tahun 2024, sektor ini menyerap lebih dari 180 ribu tenaga kerja. Angka-angka ini menunjukkan besarnya peluang ekonomi yang belum sepenuhnya dimanfaatkan oleh pengembang gim lokal.

Potensi Besar Pasar Gim Nasional

Indonesia saat ini menempati posisi strategis sebagai salah satu pasar gim terbesar di dunia. Dengan lebih dari 150 juta pemain gim aktif, negara ini menjadi pasar gim terbesar di kawasan Asia Tenggara. Besarnya basis konsumen ini menunjukkan daya beli dan minat yang tinggi terhadap produk-produk hiburan digital.

Nilai pasar industri gim di Indonesia diperkirakan akan mencapai angka fantastis, yaitu Rp30 triliun pada tahun 2024. Angka ini tidak hanya mencerminkan potensi ekonomi yang masif, tetapi juga menunjukkan bahwa subsektor ini telah berhasil menyerap lebih dari 180 ribu tenaga kerja. Ini membuktikan bahwa industri gim memiliki kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional.

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menegaskan posisi Indonesia sebagai pasar gim terbesar di Asia Tenggara dan peringkat ke-15 di dunia. Namun, di balik angka-angka yang mengesankan ini, tersimpan sebuah ironi. Sebagian besar dari nilai pasar tersebut masih dinikmati oleh pengembang gim dari mancanegara, bukan dari dalam negeri.

Tantangan dan Urgensi Pengembangan Industri Lokal

Muhammad Qodari, Kepala Kantor Staf Presiden, mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi industri gim Indonesia. "Skala ekonomi gaming luar biasa. Tapi pertanyaannya, kenapa konglomerat gaming ada dari Singapura, bukan di Indonesia? Padahal yang main orang Indonesia, tapi yang bikin gim justru orang Singapura," ujarnya.

Kondisi ini menyoroti tantangan besar bagi Indonesia untuk beralih dari sekadar konsumen menjadi produsen yang kompetitif. Qodari menekankan bahwa negara yang gagal melakukan transformasi ke dunia digital akan tertinggal dan menghadapi konsekuensi serius. "Orang yang gagal, negara yang gagal transformasi ke dunia digital, dijamin ketinggalan. Itu akan sangat celaka bagi sebuah negara dengan jumlah penduduk yang besar kayak Indonesia," tambahnya.

Urgensi pengembangan industri gim lokal bukan hanya tentang kebanggaan nasional, tetapi juga tentang penguatan ekonomi. Dengan potensi pasar yang begitu besar, pengembangan pengembang gim dalam negeri dapat menciptakan lebih banyak lapangan kerja, meningkatkan pendapatan negara, dan mengurangi ketergantungan pada produk asing. Ini adalah langkah krusial untuk memastikan Indonesia tidak hanya menjadi penonton, tetapi pemain utama dalam ekonomi digital global.

Dukungan Pemerintah untuk Ekonomi Digital

KSP secara tegas menyatakan pentingnya dukungan penuh terhadap setiap upaya pengembangan ekonomi digital, termasuk sektor industri gim. Qodari menegaskan bahwa potensi ekonomi yang ditawarkan oleh dunia digital sangat besar dan merupakan "pekerjaan masa depan" bagi generasi mendatang. Dukungan ini harus diberikan secara maksimal, bukan hanya sekadar dukungan biasa.

"Setiap upaya untuk meningkatkan dunia digital kita harus didukung, bukan cuma didukung, tapi sangat didukung. Karena potensi ekonominya luar biasa. Ini pekerjaan masa depan," kata Qodari. Pernyataan ini menggarisbawahi komitmen pemerintah untuk mendorong sektor-sektor ekonomi baru yang berbasis teknologi.

Pengembangan industri gim Indonesia sebagai bagian dari ekonomi digital diharapkan dapat menjadi pilar pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Dengan fokus pada inovasi, peningkatan kualitas, dan dukungan ekosistem yang kondusif, Indonesia memiliki peluang untuk melahirkan pengembang gim yang tidak hanya mampu bersaing di pasar domestik, tetapi juga di kancah internasional. Ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan bangsa.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi