Ibu Muda Gayo Lues Jadi Buruh Tani Kopi, Tolak Andalkan Bantuan Pasca Banjir Bandang

Marina, ibu muda di Gayo Lues, memilih menjadi buruh tani kopi demi mencukupi kebutuhan keluarga pasca banjir bandang. Ia menolak hanya mengandalkan bantuan, berjuang mandiri di tengah kesulitan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Ibu Muda Gayo Lues Jadi Buruh Tani Kopi, Tolak Andalkan Bantuan Pasca Banjir Bandang
Marina, ibu muda di Gayo Lues, memilih menjadi buruh tani kopi demi mencukupi kebutuhan keluarga pasca banjir bandang. Ia menolak hanya mengandalkan bantuan, berjuang mandiri di tengah kesulitan. (AntaraNews)

Marina (23), seorang ibu rumah tangga dari Desa Agusen, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, menunjukkan semangat juang luar biasa. Ia memutuskan menjadi buruh petik kopi untuk menopang ekonomi keluarga setelah terdampak banjir bandang pada November 2025. Peristiwa ini menghantam keras mata pencarian utama keluarganya.

Keputusan ini diambil setelah kebun kopi dan lahan tembakau serta cabai miliknya rusak parah akibat bencana alam tersebut. Peralatan pertanian juga ikut hanyut, membuat lahan mereka tidak bisa segera digarap kembali. Marina tidak ingin hanya berdiam diri menunggu uluran tangan.

Dengan tekad kuat, Marina mendampingi suaminya mencari penghasilan tambahan, membuktikan bahwa kemandirian adalah kunci. Kisahnya menjadi inspirasi bagi banyak orang di tengah tantangan pasca bencana.

Perjuangan Marina Pasca Banjir Bandang

Banjir bandang pada November 2025 meninggalkan luka mendalam bagi warga Desa Agusen, termasuk keluarga Marina. Kebun kopi yang selama ini menjadi sandaran hidup mereka kini terbengkalai, tidak dapat digarap. Bencana itu juga melenyapkan alat semprot dan obat tanaman, menghambat upaya pemulihan.

Tidak hanya kebun kopi, lahan lain seluas setengah hektare yang baru ditanami tembakau dan cabai juga ikut rusak. Padahal, penanaman baru dilakukan seminggu sebelum bencana melanda. Kerugian ini memaksa Marina dan suaminya mencari alternatif penghasilan.

Marina merasa perlu mendampingi suaminya mencari nafkah tambahan karena kebun pribadi mereka belum bisa kembali produktif. Kondisi sulit ini mendorongnya untuk mengambil peran aktif dalam menopang ekonomi keluarga. Ia bertekad untuk tidak menyerah pada keadaan.

Upah dan Harapan di Musim Panen Kopi

Sebagai buruh petik kopi jenis Robusta Gayo, Marina mendapatkan upah harian yang cukup membantu. Selama bulan suci Ramadhan ini, ia bisa mengantongi Rp100.000 hingga Rp120.000 per hari. Jika panen melimpah, total penghasilan per minggu bisa mencapai Rp1,6 juta.

Marina mengakui bahwa penghasilan ini sangat berarti sebagai tambahan bagi keluarga. Ia merasa tidak bisa lagi hanya mengandalkan suaminya untuk bekerja, terutama setelah memiliki anak. Musim panen kopi kedua yang didukung cuaca baik menjadi peluang emas bagi mereka.

Meskipun menghadapi kesulitan, Marina menegaskan tidak ingin keluarganya hanya bergantung pada bantuan pemerintah. Ia berharap kondisi ekonomi keluarganya dapat segera pulih melalui usaha dan kerja keras mereka sendiri. Semangat kemandirian ini menjadi prinsip utamanya.

Dukungan Pemerintah dan Hunian Sementara

Pemerintah telah memberikan dukungan signifikan kepada para korban banjir bandang di Gayo Lues, termasuk keluarga Marina. Mereka kini menempati hunian sementara (huntara) yang baru diserahkan sehari sebelum Ramadhan. Sebelumnya, pasangan muda ini mengungsi selama tiga bulan di Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Gayo Lues.

Selama di pengungsian, bayi mereka sempat sering sakit karena kondisi serba terbatas, mulai dari tempat tidur, air bersih, hingga makanan. Namun, di huntara, kondisi anak Marina jauh lebih sehat dan terurus. Bidan dari puskesmas juga rutin datang memeriksa kesehatan warga.

Pembangunan huntara di Desa Agusen merupakan hasil koordinasi antara prajurit TNI AD, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan Pemerintah Kabupaten Gayo Lues. Total kebutuhan huntara di Gayo Lues mencapai 1.713 unit, dengan 1.518 unit telah selesai dibangun per 10 Maret. Setiap huntara dilengkapi fasilitas dasar seperti kasur, kipas angin, kompor gas, listrik, dan air bersih.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi