HUT KAI, pekerja senior tuturkan kesan mendalam mengabdi selama puluhan tahun

Rabu, 26 September 2018 00:00 Reporter : Winda Carmelita
HUT KAI, pekerja senior tuturkan kesan mendalam mengabdi selama puluhan tahun HUT KAI, pekerja senior tuturkan kesan mendalam mengabdi selama puluhan tahun. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Tujuh puluh tiga tahun sudah PT KAI berdiri dan melayani kebutuhan transportasi darat bagi masyarakat Indonesia. Berkembang dari hari-hari dengan serangkaian perbaikan jasa maupun infrastruktur, kemajuan perkeretaapian nasional saat ini tak terlepas dari bahu-membahu antara pemerintah, operator, sinergi antar BUMN, masyarakat dan pihak-pihak terkait lainnya.

Keberhasilan PT Kereta Api Indonesia (Persero) sebagai BUMN operator kereta api dalam melakukan transformasi dan memberikan pelayanan terbaiknya pada pengguna jasa menjadi salah satu titik balik kemajuan perkeretaapian di Indonesia. Hal ini tentunya tidak terlepas dari peran karyawan yang bekerja di seluruh lini. Hingga akan mencapai usianya yang ke-73 tahun pada 28 September 2018 ini, perkeretaapian Indonesia telah melewati berbagai fase. Tak sedikit para pekerja KAI saat ini yang telah ikut melewati semua fase itu dan memiliki kesan tersendiri.

Pekerja di lapangan merupakan ujung tombak keselamatan dan pelayanan perjalanan KA. Setelah melewati berbagai era, para pekerja lapangan ini pun merasakan perubahan yang menyeluruh. Menarik mendengarkan cerita sejarah KA dari mereka yang mengalami transformasi ini secara langsung. Menurut salah satu pegawai di Unit Operasional, Slamet (56) yang berdinas sebagai PPKA Stasiun Cikudapateuh Daop 2 saat ini menyatakan bahwa KAI mengalami perubahan dalam berbagai hal terutama dalam kedisiplinannya yang membuatnya semakin bangga menjadi bagian dari KAI.

Cerita berbeda dituturkan oleh Sri Mulyati Sahara. Supervisor klinik pratama kelas II Purwakarta, Daop 2 Bandung ini sangat bersyukur bisa menyaksikan dan menikmati perubahan yang terjadi di KAI. Ia dulu sering melihat para pedagang di kereta api hingga penumpang tidak bertiket. Namun, saat ini semua sudah berbeda jauh. Sekarang semuanya sudah tertib dan tertata.

Sebagai perusahaan besar, ternyata karyawan KAI juga datang dari berbagai kalangan seperti Sulasmo yang mempunyai background sebagai mantan prajurit TNI. Pria kelahiran Jember tersebut mengawali karir sebagai seorang prajurit TNI AD pada tahun 1983. Namun, pada Mei 2014, ia memutuskan untuk menjadi bagian dari keluarga KAI. Ia berharap KAI menjadi perusahaan yang semakin maju.

Direktur Utama KAI Edi Sukmoro mengatakan, “Hari Kereta Api atau HUT KA merupakan momen istimewa bagi seluruh keluarga besar KAI dimanapun berada. Ini menjadi momentum bagi semua insan kereta api untuk mengukuhkan komitmen dan dedikasi untuk terus berinovasi dan bergerak maju untuk memberikan pelayanan kepada seluruh stakeholder.”

Semoga ke depannya kereta api menjadi moda transportasi yang mampu mengakomodir kebutuhan seluruh lapisan masyarakat. Tak lupa juga untuk selalu menjaga sarana dan prasarana kereta api sebaik-baiknya sebagai bentuk pemeliharaan fasilitas umum yang bermanfaat bagi semua orang. Seluruh insan kereta api terus merapatkan barisan dan bekerja cerdas untuk menyelesaikan amanah pemerintah dan menjaga kepercayaan pengguna jasa kereta api, yang tentunya diharapkan berimbas pada kemajuan negeri. [wnd]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. PT KAI
  3. Advertorial

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini