Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Hubungan warok-gemblak bukan seksual tapi spiritual

Hubungan warok-gemblak bukan seksual tapi spiritual tari reog Ponorogo . ©2013 Merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Warok merupakan tokoh sakti yang dihormati di Kabupaten Ponorogo. Kegemarannya memelihara pemuda tampan (gemblak) memunculkan dugaan praktik homoseksual.

"Dulu penari jathilan Reog Ponorogo itu laki-laki dipelihara warok. Tapi konteksnya lebih ke arah mitra bukan seksual, kalau ada oknum yang menyimpang seksual itu mungkin terjadi," kata Suharto, pelaku kesenian Reog saat dihubungi merdeka.com, Minggu (11/5).

Menurut dia memelihara gemblak merupakan keharusan seorang warok. Ilmu kekebalan harus dijaga dengan menjauhkan diri dari zina.

"Hubungan lebih ke arah spiritual, warok lama itu punya kemampuan kekebalan tubuh. Syarat-syaratnya (memelihara gemblak) itu jauh dari hal perzinahan," terang dia.

Masih menurut Suharto, gemblak mempunyai rentang usia tertentu. Ketika menginjak usia 20 tahun mereka dibiarkan mandiri.

"Orang yang jadi gemblak rentang umurnya 12-20 tahun. Kalau lebih sudah dilepaskan, mereka kembali ke orang tuanya," ujarnya.

Namun, keluarga pemuda yang dipinang menjadi gemblak tak pernah menolak. Mereka merasa tersanjung dan terhormat anaknya menjadi gemblak. Mimpi hidup sejahtera dan naik derajat segera terwujud.

"Jarang yang menolak, tanpa sengaja dengan kewibawaan warok dan dia dianggap orang istimewa. Biasanya malah tersanjung kan kebanyakan warok dulu orang kaya dan tanah luasnya luas," terang Suharto.

(mdk/mtf)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP