Heboh Masyarakat Lebih Pilih Lapor Damkar, Kapolri: Kita Sempurnakan 110 dan Pasang Barcode di Halte-Halte

Jenderal bintang empat ini pun berharap, dengan menekan tombol 110, anak buahnya bisa langsung memberikan respons yang cepat.

Nur Habibie
Oleh Nur Habibie - Reporter
Heboh Masyarakat Lebih Pilih Lapor Damkar, Kapolri: Kita Sempurnakan 110 dan Pasang Barcode di Halte-Halte
Heboh Masyarakat Lebih Pilih Lapor Damkar, Kapolri: Kita Sempurnakan 110 dan Pasang Barcode di Halte-Halte (Merdeka.com)

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjanjikan bahwa pihaknya bakal lebih cepat dalam merespon laporan dari masyarakat. Hal ini sekaligus berkaitan dengan raiamnya slogan masyarakat lebih memilih lapor Pemadam Kebakaran (Damkar) dibanding polisi.

"Saya kira dengan layanan 110 tadi yang nanti akan kita sempurnakan, harapan kita setiap laporan yang masuk bisa respons cepat. Cukup dengan memencet 110, ini yang sekarang sedang kita lakukan perbaikan. Sehingga, kemudian masyarakat yang melaporkan tidak kecewa," kata Sigit disela-sela Apel Kasatwil 2025, di Cikeas, Jawa Barat, Senin (24/11).

Jenderal bintang empat ini pun berharap, dengan menekan tombol 110, anak buahnya bisa langsung memberikan respons yang cepat atas laporan masyarakat.

"Harapan kita dengan memencet 110, maka respons segera bisa diperoleh masyarakat. Kehadiran polisi terkait dengan apa yang menjadi pengaduan masyarakat juga segera bisa ditindaklanjuti, termasuk juga tadi kita memperkuat pengawasan di bidang Propam," ujarnya.

Kemudian, Korps Bhayangkara juga akan memasang barcode di sejumlah tempat. Hal ini agar masyarakat bisa dengan cepat memberikan laporan ke polisi jika melihat anggotanya yang bermasalah.

"Sehingga hampir di semua tempat itu kita tempel pengawasan, sehingga begitu masyarakat melihat ada Polri yang mungkin melakukan pelanggaran bisa langsung lapor dan tadi sudah kita tekankan bahwa Propam harus segera menindaklanjuti," tegasnya.

"Mungkin kalau dilihat mungkin di halte, di ruang hotel, di lift itu semuanya sudah kita pasang bagaimana kalau ada masalah tinggal pasang barcode, laporkan di situ. Maka Propam akan langsung tangani hal-hal itu yang tentunya kita lakukan perbaikan," sambungnya.

Selain itu, dalam kegiatan ini pihaknya juga melaunching baju Samapta. Hal ini sebagai salah satu bentuk bahwa memang pihaknya ingin merespon cepat laporan masyarakat.

"Kita ingin melakukan respons cepat dengan memanfaatkan, memadukan antara pelayanan digital kita, 110 dengan respons cepat yang dilaksanakan oleh kepolisian terhadap apa yang menjadi laporan masyarakat," tegasnya.

"Sehingga pada saat ada pengaduan, Polri bisa segera turun. Termasuk bagaimana kita menguatkan interaksi pelayanan kita, kehadiran kita di tengah-tengah masyarakat," tambahnya.

Sebelumnya, Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo mengatakan, masyarakat lebih mudah untuk melaporkan segala sesuatunya ke Pemadam Kebakaran (Damkar).

Hal ini dikatakan saat rapat bersama dengan Komisi III DPR RI, Wakil Kejaksaan Agung dan Kepala Badan Pengawas MA di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.

Awalnya, Dedi lebih dulu menyampaikan, lambatnya respons Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) dalam laporan yang diadukan masyarakat.

"Di bidang SPKT dalam laporan masyarakat lambatnya quick responsse time, quick responsse time standar PBB itu di bawah 10 menit, kami masih di atas 10 menit, ini juga harus kami perbaiki," kata Dedi dalam rapat, Jakarta, Selasa (18/11).

Rekomendasi