Hebat! Qori Asal Kaltim Raih Juara Dua MTQ Internasional di Kroasia, Hanya Selisih Dua Poin dari Juara Pertama

Qori asal Kalimantan Timur, Jumarlin, berhasil mengharumkan nama bangsa dengan meraih juara dua MTQ Internasional di Kroasia. Simak detail perjuangan dan perolehan poinnya!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Hebat! Qori Asal Kaltim Raih Juara Dua MTQ Internasional di Kroasia, Hanya Selisih Dua Poin dari Juara Pertama
Qori asal Kalimantan Timur, Jumarlin, berhasil mengharumkan nama bangsa dengan meraih juara dua MTQ Internasional di Kroasia. Simak detail perjuangan dan perolehan poinnya! (Merdeka.com)

Qori berbakat asal Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Jumarlin, berhasil menorehkan prestasi gemilang di kancah internasional. Ia sukses meraih posisi juara kedua dalam ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Internasional. Kompetisi bergengsi ini diselenggarakan di Zagreb, Kroasia, pada tanggal 25 hingga 27 September 2025.

Pencapaian luar biasa ini membawa kebanggaan bagi Indonesia, khususnya Provinsi Kalimantan Timur. Jumarlin menjadi perwakilan Indonesia yang menunjukkan kualitas tilawah Al-Quran yang memukau di hadapan juri dan peserta dari berbagai negara. Keberhasilan ini menegaskan potensi besar qori-qori Indonesia di ajang global.

Menurut Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kaltim, Sri Wahyuni, prestasi ini merupakan hasil dari pembinaan yang berkelanjutan. Jumarlin tampil memukau pada hari Sabtu (27/9), bahkan diminta kembali melantunkan ayat suci Al-Quran saat penutupan acara. Kehadirannya di panggung internasional menjadi bukti nyata dedikasi dan kerja keras.

Perolehan Poin dan Persaingan Ketat di MTQ Internasional

Dalam kompetisi yang berlangsung sengit, Jumarlin berhasil mengumpulkan total poin penilaian sebesar 96,05. Angka ini menempatkannya di posisi kedua, hanya terpaut dua poin dari juara pertama. Juara pertama diraih oleh Suleyman Talha dari Turki, yang unggul dengan perolehan 98,20 poin.

Persaingan ketat juga terlihat dari selisih poin dengan peserta lain. Jumarlin berhasil mengungguli Monjur Ahmed asal India, yang menempati posisi ketiga dengan 94,20 poin. Keberhasilan Qori Kaltim ini menunjukkan kualitas tilawah yang sangat kompetitif di level global.

Selain Jumarlin, Kalimantan Timur juga mengirimkan wakil lain, yaitu Muhammad Andi Saputra, seorang hafidz dari Berau. Andi Saputra berkompetisi di cabang Hifzil 15 Juz dan berhasil menempati peringkat keenam. Ia memperoleh nilai 96,21 poin, menunjukkan performa yang membanggakan.

Sementara itu, wakil Indonesia lainnya dari Bangka Belitung, Ahmad Dasuki, berpartisipasi dalam cabang Hifzil 30 Juz. Meskipun meraih 93,90 poin, Ahmad Dasuki belum berhasil menembus posisi tiga besar. Namun, partisipasi mereka telah memberikan pengalaman berharga di ajang internasional.

Peran LPTQ Kaltim dan Harapan Prestasi Berkelanjutan

Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kaltim, Sri Wahyuni, yang juga menjabat sebagai Sekda Provinsi Kaltim, mengungkapkan rasa syukurnya atas prestasi ini. "Alhamdulillah, binaan kita dari LPTQ Provinsi Kaltim kembali mampu berbicara di kancah internasional. Kita mewakili Indonesia dan berhasil meraih juara 2 di ajang MTQ Internasional Zagreb, Kroasia," ujarnya. Pernyataan ini menegaskan komitmen LPTQ dalam pengembangan bakat qori dan qoriah.

LPTQ Kaltim berkomitmen penuh untuk terus melakukan pembinaan. Sri Wahyuni menyatakan, "Semoga wakil Indonesia, khususnya dari Kaltim, semakin banyak mencetak prestasi di ajang MTQ internasional." Harapan ini menjadi motivasi bagi LPTQ untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan. Program pembinaan akan dilakukan secara teratur, terukur, dan terprogram.

Fokus utama LPTQ adalah menyiapkan kader-kader pecinta baca tulis Al-Quran dan hadis. Pembinaan yang sistematis diharapkan dapat melahirkan lebih banyak talenta yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Prestasi Qori Kaltim ini diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya.

Upaya ini tidak hanya terbatas pada kompetisi tilawah, tetapi juga mencakup pengembangan pemahaman dan penghayatan Al-Quran. Dengan demikian, LPTQ Kaltim berperan penting dalam melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai keagamaan di masyarakat. Keberhasilan Jumarlin menjadi bukti nyata keberhasilan program yang telah dijalankan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi