Hasil memalak dipakai preman Yogyakarta bangun 18 masjid

Jumat, 29 Maret 2013 10:32 Reporter : Islahudin
Hasil memalak dipakai preman Yogyakarta bangun 18 masjid Kubah Masjid. Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Kehidupan preman di Yogyakarta sudah menjadi rahasia umum bagi masyarakat sekitarnya. Bahkan para tokoh-tokoh preman itu bergaul seperti masyarakat lainnya. Mahasiswa UGM Ulil Amri blusukan mengikuti para preman Yogyakarta ini untuk menyelesaikan skripsinya.

Preman di Yogyakarta tak selamanya bermusuhan dengan masyarakat. Menurut Ulil, tokoh preman yang dia teliti, banyak membantu masyarakat sekitarnya dengan memberikan bantuan bagi orang miskin hingga mendirikan rumah ibadah.

Dari pertemuannya dengan preman kondang saat penelitian, Ulil menghitung, seorang preman kelas atas bahkan bisa menyumbang untuk pembangunan rumah ibadah yang jumlahnya sampai 18 buah masjid. Bahkan masjid sumbangan preman kondang itu diresmikan oleh tokoh agama yang terkenal di Yogyakarta.

"Eratnya hubungan dan akrabnya dengan masyarakat, membuat preman ini bukan dianggap sebagai ancaman oleh masyarakat," kata Ulil. Lebih lanjut Ulil menjelaskan, padahal sebaik apa pun preman akan tetap menjadi ancaman tersendiri. Ancaman dan tindakan kriminal bisa muncul sewaktu-waktu.

Menurut Ulil, menyatunya kehidupan preman dan masyarakat itu bukanlah hal yang baru. Sejak zaman dulu, premanisme itu abadi, tidak akan bisa diberantas. Dalam penjelasan Ulil, dalam ranah sosial tinggal bagaimana masyarakat hidup dan mengakrabi mereka. "Kita adalah bagian dari kemanusiaan dan preman memiliki pandangan dan penilaian moral sendiri akan lingkungannya," ujarnya. [ian]

Topik berita Terkait:
  1. Penembakan Lapas
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini