Hari Pertama Sekolah Rakyat di Yogyakarta, Siswa Cek Kesehatan Hingga Lari 1,6 Km

Dalam pemeriksaan kesehatan, sejumlah tahapan dilakukan. Mulai dari pengukuran tinggi badan, berat badan, kesehatan mata, tensi hingga penyakit menular.

Purnomo Edi
Oleh Purnomo Edi - Reporter
Hari Pertama Sekolah Rakyat di Yogyakarta, Siswa Cek Kesehatan Hingga Lari 1,6 Km
Hari Pertama Sekolah Rakyat di Yogyakarta, Siswa Cek Kesehatan Hingga Lari 1,6 Km (Merdeka.com)

Sebanyak 200 siswa diterima di Sekolah Rakyat (SR) Menengah Sonosewu 19, Kabupaten Bantul, DIY. Sedangkan 75 siswa diterima di SR Menengah Purwomartani 20, Kabupaten Sleman, DIY.

Kegiatan sekolah rakyat mulai berjalan pada Senin (14/7). Para siswa mengikuti pemeriksaan kesehatan atau skrining. Selain itu para siswa juga menjalani tes berupa lari sejauh 1,6 kilometer untuk mengetahui kondisi fisiknya.

Dalam pemeriksaan kesehatan, sejumlah tahapan dilakukan. Mulai dari pengukuran tinggi badan, berat badan, kesehatan mata, tensi hingga penyakit menular.

Kepada Dinas Sosial DIY, Endang Patmintarsih menjelaskan, pasca melakukan pemeriksaan kesehatan, selama dua bulan ke depan para siswa akan menjalani masa pengenalan sekolah. 

Lamanya masa orientasi ini disebut Endang karena siswa di SR berasal dari kalangan keluarga kurang mampu sehingga membutuhkan pendekatan khusus. Masa orientasi ini juga akan dipakai untuk mengenalkan siswa pada lingkungan sekolah, guru, kepala sekolah dan pengurus sekolah.

"Masa orientasi dua bulan. Mereka kan dari keluarga yang tidak beruntung maka pengenalan lingkungan ini penting. Mereka ini kan pindah rumah. Butuh adaptasi dengan lingkungan, teman, guru dan pengasuh," kata Endang.

Cek kesehatan siswa Sekolah Rakyat Menengah Sonosewu 19, Kabupaten Bantul Yogyakarta
Cek kesehatan siswa Sekolah Rakyat Menengah Sonosewu 19, Kabupaten Bantul Yogyakarta merdeka

Endang membeberkan para siswa yang diterima di Sekolah Rakyat ini seluruh fasilitas baik seragam maupun peralatan sekolah tidak dipungut biaya. Bahkan karena berkonsep boarding school atau asrama, para siswa juga akan mendapatkan makan sebanyak 3 kali sehari.

"Fasilitasnya pendidikannya dapat laptop, tablet atau komputer. Makan tiga kali sehari. Dapat seragam, ransel dan sepatu. Bahkan yang perempuan juga dapat pembalut. Semua gratis," tutur Endang.

Sekolah Rakyat di Sonosewu ini dilengkapi dengan 10 asrama yang didalamnya sudah lengkap ada kasur, lemari dan kipas angin. Masing-masing asrama nantinya akan ada wali pengasuh.

Selain fasilitas asrama, Sekolah Rakyat Sonosewu dilengkapi pula oleh berbagai bangunan pendukung seperti laboratorium, fasilitas olahraga dan tempat ibadah.

Rekomendasi