Hari-hari terakhir Dita Oepriarto sebelum aksi bom bunuh diri di gereja Surabaya

Selasa, 15 Mei 2018 20:33 Reporter : Fahmi Aziz
Hari-hari terakhir Dita Oepriarto sebelum aksi bom bunuh diri di gereja Surabaya Pelaku Bom Surabaya. ©Istimewa

Merdeka.com - Para tetangga Dita Oepriarto tidak mengira bahwa Dita dan keluarga merupakan bomber tiga gereja Surabaya, Minggu (13/3) lalu. Tetangga menceritakan hari-hari terakhir Dita sebelum peristiwa itu terjadi.

Dari pengakuan salah seorang tetangga, dia sempat melihat sebuah mobil pikap mengantarkan galon dan kardus ke rumah Dita, pagi-pagi sebelum peristiwa ledakan bom terjadi.

Salah seorang tetangga Dita di Jalan Wonorejo Asri Surabaya, Punjung Susilo (47) sempat curiga saat mendapat informasi dari salah seorang satpam yang berjaga dari pintu gerbang perumahan. Pada Minggu pagi (13/5), ada mobil pikap yang mengangkut galon air ke rumah Dita. Ini dinilai aneh lantaran biasanya galon air diantar cukup dengan mengendarai motor.

"Tidak tahu juga apakah isi galon air atau kandungan cairan lainnya, juga termasuk isi kardusnya. Karena setibanya mobil kedua anaknya langsung keluar dan membawanya, berarti keluarganya kenal dengan yang mengendarai pikap itu," jelasnya.

Sehari sebelumnya, dua perempuan mendatangi kediaman Dita. Tetangga mengakui, Dita memang seringkali menerima tamu. Karena itu warga tidak curiga. Dia mengaku sempat melihat sosok Dita terakhir kali pada Sabtu (12/5). Saat itu dia sedang memindahkan mobil yang diparkir dekat rumah Dita.

"Saya ketemu dengan Pak Dita saat saya pindahkan mobil. Pak Dita baru pulang entah dari mana. Saya enggak curiga."

Secara pribadi, Punjung menilai sosok Dita tidak berbeda warga lainnya. Ketika bertemu, Dita selalu bertegur sapa. Begitu pula keluarganya. Bahkan kedua anak perempuannya sering bermain dengan anak sebaya, bersepeda keliling perumahan.

"Hanya saja dua anak laki-lakinya yang cenderung tertutup," katanya.

Seperti diberitakan pada Minggu (13/5), Dita mengendarai mobil Avanza dan mengantar ketiga putrinya beserta istrinya ke Gereja Kristen Indonesia Jalan Raya Diponegoro, Surabaya.

Setelahnya, Dita langsung meluncur untuk meledakkan diri di Gereja Pantekosta di Jalan Arjuno. Sementara, kedua putranya sudah berboncengan sepeda motor dan meledakkan diri di Gereja Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel Madya, Kecamatan Gubeng. [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini