Hampir Rampung 90 Persen, Rano Karno Berharap Renovasi PMI DKI Jakarta Tak Ganggu Layanan Vital

Wakil Gubernur Rano Karno menyoroti progres renovasi PMI DKI Jakarta yang hampir rampung, berharap layanan transfusi darah tetap prima. Apa tantangan yang dihadapi dalam penyelesaiannya?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Hampir Rampung 90 Persen, Rano Karno Berharap Renovasi PMI DKI Jakarta Tak Ganggu Layanan Vital
Wakil Gubernur Rano Karno menyoroti progres renovasi PMI DKI Jakarta yang hampir rampung, berharap layanan transfusi darah tetap prima. Apa tantangan yang dihadapi dalam penyelesaiannya? (Merdeka.com)

Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno, baru-baru ini meninjau langsung progres renovasi total Gedung Palang Merah Indonesia (PMI) DKI Jakarta. Kunjungan penting ini dilakukan di Jalan Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat, pada hari Selasa.

Dalam kunjungannya, Rano Karno menyampaikan harapan besar agar proses renovasi tidak sampai mengganggu layanan vital. Terutama, layanan terkait transfusi darah yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Ketersediaan darah adalah kunci dalam penanganan medis darurat.

Proyek renovasi yang telah mencapai sekitar 90 persen ini ditargetkan rampung pada Desember 2025. Namun, Rano Karno menemukan adanya kendala pasokan air bersih yang perlu segera ditangani. Hal ini menjadi perhatian utama untuk kelancaran operasional.

Prioritas Layanan Darah di Tengah Renovasi Gedung

Rano Karno secara tegas menekankan pentingnya menjaga kualitas layanan PMI DKI Jakarta, khususnya transfusi darah. Layanan esensial ini memiliki keterkaitan erat dengan kebutuhan kesehatan masyarakat luas di ibu kota. Oleh karena itu, penyelesaian renovasi PMI DKI Jakarta harus dipastikan tidak memicu gangguan layanan yang berarti.

Proyek renovasi total gedung PMI DKI Jakarta ini telah berlangsung sejak tahun 2023. Meskipun demikian, operasional dan layanan donor darah tetap berjalan optimal di lokasi sementara. Ini menunjukkan komitmen kuat PMI dalam memastikan ketersediaan pasokan darah bagi warga.

Ketua PMI DKI Jakarta, Beky Mardani, menjelaskan bahwa selama masa pembangunan, operasional dipindahkan. "Kami memindahkan operasional dan layanan di Gedung Muhammadiyah DKI Jakarta yang berlokasi di sebelah Gedung PMI DKI Jakarta," ujarnya. Langkah ini diambil untuk menjaga kontinuitas layanan tanpa hambatan.

Tantangan Pasokan Air Bersih dan Solusi Cepat

Saat peninjauan langsung, Rano Karno menemukan adanya laporan terkait persoalan pasokan air bersih di lokasi renovasi. Masalah ini berpotensi menghambat kelancaran operasional harian serta standar kebersihan fasilitas. Penanganan cepat sangat diperlukan untuk menjaga kualitas layanan PMI.

Merespons temuan tersebut, Rano Karno tidak menunda untuk segera menghubungi Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin. Koordinasi intensif dilakukan untuk mencari solusi peningkatan pasokan debit air ke Gedung PMI DKI Jakarta. Langkah proaktif ini menunjukkan responsibilitas pemerintah daerah.

Arief Nasrudin menyatakan kesiapannya untuk menindaklanjuti secara teknis permasalahan pasokan air. Ia berkomitmen mencari solusi terbaik agar pasokan air bersih segera terpenuhi dan tidak mengganggu proses renovasi. Kerjasama antar instansi menjadi kunci utama penyelesaian kendala ini.

Beky Mardani mengungkapkan rasa syukurnya atas respons cepat dari Wakil Gubernur Jakarta. "Kami bersyukur Pak Wagub segera menindaklanjuti dan mencairkan solusi," katanya. Ia berharap proses renovasi PMI DKI Jakarta dapat rampung sesuai tenggat waktu yang ditetapkan pada Desember 2025.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi