HAKLI Bangka Belitung Apresiasi Sertifikasi Laik Higienis Sanitasi, Kunci Jaminan Makan Bergizi Gratis Pelajar

Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan (HAKLI) Bangka Belitung mengapresiasi penerapan Sertifikasi Laik Higienis Sanitasi (SLHS) untuk memastikan keamanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi pelajar, lho!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
HAKLI Bangka Belitung Apresiasi Sertifikasi Laik Higienis Sanitasi, Kunci Jaminan Makan Bergizi Gratis Pelajar
Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan (HAKLI) Bangka Belitung mengapresiasi penerapan Sertifikasi Laik Higienis Sanitasi (SLHS) untuk memastikan keamanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi pelajar, lho! (AntaraNews)

Sungailiat, Bangka Belitung – Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan (HAKLI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung baru-baru ini memberikan apresiasi tinggi terhadap penerapan Sertifikasi Laik Higienis Sanitasi (SLHS) di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Apresiasi ini disampaikan sebagai langkah penting dalam menjamin kualitas dan keamanan pangan bagi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ditujukan untuk para pelajar.

Ketua HAKLI Bangka Belitung, Boy Yandra, menegaskan bahwa SLHS merupakan fondasi utama untuk memastikan setiap hidangan yang disajikan aman dan berkualitas. Pernyataan ini disampaikannya saat pelatihan sertifikasi penjamahan makanan yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan setempat di Sungailiat pada Kamis lalu.

Menurut Boy Yandra, penerapan standar higienis sanitasi ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan instrumen krusial yang secara langsung berdampak pada kesehatan penerima manfaat. Hal ini sejalan dengan penekanan dari HAKLI Pusat mengenai pentingnya jaminan keamanan pangan di setiap proses pengolahan makanan.

Pentingnya Sertifikasi Laik Higienis Sanitasi dalam Program MBG

Boy Yandra menjelaskan bahwa Sertifikasi Laik Higienis Sanitasi (SLHS) memiliki peran vital dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi pelajar. Sertifikasi ini memastikan bahwa seluruh proses penyiapan makanan, mulai dari bahan baku hingga penyajian, telah memenuhi standar kebersihan yang ketat. Dengan demikian, risiko kontaminasi dan penyakit akibat pangan dapat diminimalisir secara efektif.

Ia juga menekankan pentingnya pemahaman bagi seluruh relawan dapur SPPG mengenai esensi dari SLHS. “Semua relawan dapur SPPG harus memahami pentingnya SLHS sehingga MBG yang didistribusikan untuk pelajar terjamin keamanan,” jelas Boy Yandra, yang juga menjabat Staf Ahli Bupati Bangka Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kabupaten Bangka.

Kepatuhan terhadap standar SLHS menjadi kunci untuk membangun kepercayaan publik terhadap program MBG. Kualitas dan keamanan pangan yang terjamin akan mendukung keberhasilan program dalam memberikan asupan gizi yang optimal tanpa menimbulkan risiko kesehatan bagi pelajar. Ini merupakan bagian integral dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Implementasi SLHS di Dapur SPPG dan Tantangan Higienis

Saat ini, beberapa dapur SPPG telah beroperasi untuk melayani program MBG, salah satunya di Kecamatan Pemali. Dapur ini melibatkan sebanyak 47 relawan yang telah mendapatkan pelatihan sebagai penjamah makanan, menunjukkan komitmen terhadap standar higienis. Setiap hari, para relawan ini bertugas menyiapkan makanan dan lauk pauk untuk didistribusikan ke sekolah-sekolah di wilayah layanan SPPG.

Menyajikan makanan bergizi dalam jumlah besar tentu memerlukan perhatian ekstra terhadap higienis sanitasi pangan. Boy Yandra mengakui bahwa setiap tahapan, mulai dari pengadaan bahan, penyimpanan, pengolahan, penyajian, hingga pengawasan, harus diawasi dengan cermat. Proses ini krusial untuk menjaga kualitas dan keamanan pangan yang akan dikonsumsi oleh pelajar.

Perhatian ekstra ini menjadi upaya pencegahan munculnya penyakit atau keracunan makanan akibat pangan yang tidak higienis. “Perhatian ekstra ini dilakukan sebagai upaya pencegahan munculnya penyakit atau keracunan di makanan akibat pangan yang tidak higienis,” katanya. Oleh karena itu, setiap dapur SPPG diwajibkan untuk memenuhi standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan.

Dampak SLHS terhadap Penurunan Stunting

Penerapan Sertifikasi Laik Higienis Sanitasi tidak hanya berfokus pada keamanan pangan semata, tetapi juga memiliki dampak yang lebih luas terhadap kesehatan masyarakat. Dengan memastikan makanan yang disajikan bersih dan aman, penyerapan nutrisi oleh tubuh pelajar menjadi lebih optimal. Hal ini secara tidak langsung berkontribusi pada peningkatan status gizi anak-anak.

Boy Yandra menyatakan optimismenya bahwa program pemberian makan bergizi gratis, yang didukung oleh pemenuhan gizi dan standar higienis yang tinggi, mampu menurunkan prevalensi kasus stunting. “Saya optimistis pemberian makan bergizi gratis dengan pemenuhan gizi yang terpenuhi mampu menurunkan prevalensi kasus stunting,” ujarnya.

Upaya kolaboratif antara HAKLI, Dinas Kesehatan, dan relawan dapur SPPG menunjukkan komitmen serius dalam menciptakan lingkungan pangan yang sehat dan mendukung tumbuh kembang optimal pelajar. Jaminan keamanan pangan melalui SLHS menjadi salah satu pilar penting dalam mencapai tujuan kesehatan masyarakat yang lebih baik.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi