Habiburokhman: Gugatan Habib Novel Rp 204 juta di luar GNPF MUI

Senin, 5 Desember 2016 21:01 Reporter : Yulistyo Pratomo
Habiburokhman: Gugatan Habib Novel Rp 204 juta di luar GNPF MUI Habiburokhman. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Habib Novel Bamukmin mengajukan gugatan baru terhadap tersangka kasus penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama. Dia mengugat Gubernur non-aktif DKI Jakarta tersebut dengan gugatan materil Rp 204 juta serta immateril berupa permohonan maaf melalui sejumlah media.

Ketua Dewan Pembina Advokat Cinta Tanah Air (ACTA), Habiburokhman memastikan, gugatan tersebut di luar Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI).

"Jadi gini, kalau orang-orangnya, atas gugatan ini enggak menamakan GNPF MUI, kalau gugatan ini yang ajukan Habib Novel," ujar Habiburokhman saat dihubungi merdeka.com, Senin (5/12).

Dalam aksi demonstrasi damai tersebut, GNPF MUI bertindak layaknya event organizer memastikan seluruh aksi berjalan tertib. Gugatan Habib Novel ini tidak ada kaitannya dengan GNPF MUI yang dimotori sejumlah ulama Tanah Air.

Berbeda dengan 212 yang mengerahkan massa, ACTA berupaya melanjutkan upaya legal demi mendapatkan keadilan.

"Memang ada kaitan dong (dengan demo 212), kita peserta, kita ingin melanjutkan upaya yang legal untuk mendapatkan keadilan, termasuk demo," ujar Habiburokhman.

Habiburokhman pun tertawa mendengar Ahok meminta untuk membuktikan kesalahannya di pengadilan. Ahok sendiri santai saja mendengar tuntutan ini.

"Ya Ahok biarin aja terus, bisa apa dia?" tandasnya.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin memastikan gugatan Rp 204 juta yang diajukan Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) tidak terkait dengan tuntutan peserta aksi 2 Desember lalu. Meski demikian, dia mempersilakan jika ada pihak yang merasa dirugikan dengan kasus yang menjerat Gubernur non-aktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

"Saya sih, itu tidak ada kaitannya dengan MUI. Silakan aja kalau ada pihak lain (yang ingin menggugat)," kata Ma'ruf saat dikonfirmasi merdeka.com, Senin (5/12).

Ma'ruf memastikan tuntutan yang ajukan dalam aksi 2 Desember adalah meminta aparat kepolisian untuk menjebloskan Basuki ke ruang tahanan. Sikap itu konsisten hingga aksi demonstrasi berakhir.

"Enggak ada, kami lain. Itu kelompok lain. Saya kita 212 itu konsisten dengan tuntutan," tutupnya. [tyo]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini