Guru SD di Sikka NTT Cabuli 8 Siswinya, Ancam Kurangi Nilai jika Korban Melapor

Para korban rata-rata berusia 8 sampai 13 tahun dari kelas yang berbeda.

Ananias Petrus
Oleh Ananias Petrus - Reporter
Guru SD di Sikka NTT Cabuli 8 Siswinya, Ancam Kurangi Nilai jika Korban Melapor
Ilustrasi pencabulan (Istimewa)

Seorang guru sekolah dasar berinisial KAR (42) di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) tega mencabuli delapan orang siswanya. Para korban rata-rata berusia 8 sampai 13 tahun dari kelas yang berbeda.

Pelaku KAR merupakan guru Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Olahraga (PJKO) yang merupakan warga Wolomotong, Desa Wolomotong, Kecamatan Doreng, Kabupaten Sikka.

Delapan siswa yang menjadi korban guru bejat tersebut adalah, FNY (8), FYW (11), MMNN (11), MNDT (10), MPDC (8), TDC (9), WD (13) dan YLN (11).

Kapolres Sikka, AKBP Muh. Mukhson melalui Humas Polres Sikka, Ipda Yermi S mengatakan, kasus ini sudah dilaporkan Maria Kristiani Yosepha (45), warga Alok Timur, Kabupaten Sikka pada Selasa lalu.

"Maria Kristiani Yosepha datang ke SPKT Polres Sikka guna melaporkan tindak pidana pencabulan terhadap anak di bawah umur, yang terjadi terakhir pada Jumat, 14 Februari 2025 sekitar pukul 08.00 Wita di Wolonterang, Kecamatan Doreng, Kabupaten Sikka, NTT," jelasnya, Jumat (7/3).

Pelaku Ancam Kurangi Nilai

Menurut Yermi S, pelaku mencabuli setiap korban dengan cara mencium pipi, mencium bibir, meraba payudara hingga meraba kemaluan para korban. Setelah kejadian, para korban tidak berani melaporkan ke kepala sekolah, atau pun orang tua karena takut.

Mereka juga diancam oleh pelaku akan mengurangi nilai mata pelajaran PJOK.

"Karena takut akhirnya setiap korban bercerita satu sama lain sampai perbuatan tersebut didengar oleh kepala sekolah," urai Yermi S.

Dia menambahkan, polisi sudah melakukan penyidikan dan menahan tersangka di Rutan Polres Sikka.

"Kami sudah menahan tersangka sejak 1 Maret 2025 hingga 20 hari ke depan. Visum et repertum terhadap para korban sudah dibuat dan sementara masih menunggu hasil," tutup Yermi S.

Rekomendasi