Gurihnya pulut bakar tiga rasa di Ulee Lheue Aceh

Minggu, 27 Mei 2018 02:00 Reporter : Afif
Pulut tiga rasa. ©2018 Merdeka.com/Afif

Merdeka.com - Menjelang berbuka puasa, warga tampak ramai-ramai ke pusat penjualan takjil. Di antaranya kawasan wisata Ulee Lheue, Banda Aceh, ada satu gerobak yang menjual pulut tiga rasa depan Masjid Baiturrahim.

Panganan yang terbuat dari beras ketan, lalu dipanggang menjadi makanan favorit warga saat berburu takjil. Apalagi, pulut yang diberi nama Poeloet Bakar Ulee Lheue ini memiliki tiga varian rasa, yaitu pulut original, kuah durian dan tape manis.

Pulut dibakar di atas belanga yang datar menggunakan kompor gas. Sebelum dibakar, pulut itu dibungkus dalam daun pisang muda sebesar dua jempol jari orang dewasa. Setelah matang, daun pisang berubah warna, aroma yang gurih tercium sekitar lokasi tersebut.

Pulut semakin gurih disantap bila dicampur dengan kuah durian atau tape manis. Meskipun memakan pulut tanpa campuran apapun, juga ada cita rasa tersendiri, terasa gurih dan wangi daun pisang semakin memantik orang untuk terus menyantap pulut itu.

Nur Jannah (38), seorang pembeli mengaku sengaja datang ke Ulee Lheue untuk membeli pulut. bahkan bukan hanya bulan Ramadan, pada bulan biasa lainnya juga sering membeli pulut di Ulee Lheue.

"Karena rasanya gurih, enak pokoknya, apa lagi dicampur dengan kuah durian atau tape manis," kata Nur Jannah.

Meskipun Nur Jannad mengaku lebih suka makan pulut original. Baginya rasa gurih dengan wangi daun pisang mendapatkan cita rasa tersendiri yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata.

"Enak pokoknya, yang original," tukasnya.

Amal Arifin (23), pedagang Poeloet Bakar Ulee Lheue mengaku, usaha ini sudah ia lakoni sejak 9 tahun lalu. Menurutnya, tidak ada yang istimewa dalam melakukan peracikan, namun yang terpenting adalah campurannya yang harus sesuai takaran.

"Takaran campurannya yang harus tepat, jangan sampai keasinan atau bakar jangan sampai hangus," ungkap Amal Arifin.

Selama bulan Ramadan, Amal mengaku omzet penjualannya tetap stabil. Namun yang membedakan jadwal buka usahanya. Biasanya sejak pukul 12.00 WIB sudah buka, selama Ramadan mulai buka pada pukul 16.00 WIB hingga menjelang berbuka puasa.

Satu hari dia bisa menghabiskan 4 bambu beras ketan dengan jumlah pulut 100 buah lebih. Harga jual pun relatif murah, cukup merogoh kocek Rp 10.000 bisa mendapatkan 10 buah pulut. Tetapi, bila hendak menambah kuah durian atau tape manis, satu buah masing-masing Rp 15 ribu.

"Satu hari beromzet mencapai Rp 1 juta lebih," jelasnya.

Amal mengaku timbul ide menjual pulut, terinspirasi dari orangtuanya yang sering membuat pulut di rumahnya Kabupaten Aceh Singkil. Lalu dia pun berpikir untuk menjadikan ini menjadi usaha di Banda Aceh sekitar 9 tahun silam. [rzk]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini