Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution secara tegas meminta Lembaga Seni dan Qasidah Indonesia (Lasqi) Sumut untuk lebih gencar. Ia ingin Lasqi mengenalkan nilai-nilai keislaman melalui seni kepada generasi muda di wilayah tersebut. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat identitas budaya dan spiritual.
Permintaan ini disampaikan Bobby usai bertemu Dewan Pengurus Wilayah Lasqi Sumut di Aula Tengku Rizal Nurdin Medan, Sumatera Utara, Jumat lalu. Pertemuan tersebut membahas strategi efektif dalam memanfaatkan seni qasidah sebagai sarana edukasi. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya bersifat seremonial.
Bobby berharap kegiatan seni bernuansa keislaman ini tidak hanya menjadi ajang seremonial semata. Namun, juga berfungsi sebagai pembinaan karakter sejak usia dini hingga dewasa, membentuk pribadi yang berakhlak mulia.
Advertisement
Advertisement
Gubernur Bobby Nasution menekankan bahwa seni qasidah memiliki potensi besar dalam membentuk karakter positif. Ia melihatnya sebagai media efektif untuk memperkenalkan ajaran Islam kepada semua lapisan masyarakat di Sumut, khususnya generasi muda.
"Kegiatan qasidah dan seni jangan hanya sebatas seremonial, karena memiliki banyak manfaat bagi generasi muda, baik aspek pengembangan diri, kreativitas hingga pembentukan karakter," ungkap Bobby. Pernyataan ini menunjukkan pentingnya peran seni qasidah dalam pembangunan diri.
Pihaknya mendorong agar seni qasidah semakin diperluas ke kalangan generasi muda. Tujuannya agar tidak kalah pamor dengan genre musik modern yang populer, seperti K-Pop, yang banyak digandrungi oleh kaum milenial.
Advertisement
Advertisement
Untuk mencapai jangkauan yang lebih masif, Bobby Nasution meminta Lasqi berkolaborasi dengan berbagai platform modern. Ini termasuk televisi, radio, dan podcast, guna menyebarkan nilai-nilai keislaman melalui seni secara lebih luas.
Kolaborasi ini diharapkan dapat membuat pengenalan seni qasidah lebih mudah diakses oleh audiens yang lebih luas. Terutama di kalangan generasi muda yang aktif menggunakan media digital dan sosial untuk mencari hiburan.
"Kita tahu bersama seni qasidah memiliki keunggulan yang tidak bisa ditandingi oleh hiburan modern," ucap Bobby. Pernyataan ini menegaskan keyakinan akan daya tarik unik seni qasidah yang mampu bersaing dengan tren terkini.
Advertisement
Advertisement
Menanggapi arahan Gubernur, Ketua Harian Lasqi Sumut Ridho Rahadian Fauzan menyampaikan rencana besar. Pihaknya akan menggelar Festival Seni Qasidah tingkat Sumut di Asrama Haji Medan pada 24–28 November 2025 mendatang.
Hingga saat ini, antusiasme peserta cukup tinggi untuk ajang bergengsi ini. Tercatat 19 daerah dari total 33 kabupaten/kota se-Sumut telah mendaftar untuk mengikuti ajang seni qasidah tersebut, menunjukkan minat yang besar.
Festival ini akan memperlombakan berbagai kategori menarik untuk berbagai usia. Ini meliputi bintang vokalis tingkat anak, remaja, dan dewasa, serta lomba rebana klasik dan pop religi yang inovatif dan menghibur.
Advertisement
Sumber: AntaraNews