Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menunjukkan kepedulian mendalam dengan menyerahkan bantuan donasi kepada keluarga atau ahli waris tiga korban insiden kapal tenggelam di perairan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulsel. Penyerahan bantuan ini dilakukan di Makassar pada Sabtu, 3 Januari, sebagai wujud belasungkawa atas musibah yang merenggut nyawa para korban.
Insiden tragis tersebut terjadi pada 27 Desember 2025 di perairan Pulau Podang-podang, Kabupaten Pangkep, menimpa rombongan pelayanan sosial yang sedang dalam perjalanan tugas. Kapal jolloro yang mereka tumpangi dilaporkan tenggelam saat berlayar menuju daratan, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat yang dilayani.
Selain bantuan donasi, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) juga berkomitmen kuat untuk memberikan dukungan pendidikan berupa beasiswa penuh kepada anak-anak yang ditinggalkan para korban. Langkah ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial pemerintah dalam memastikan masa depan generasi penerus tetap terjamin, sekaligus menghargai dedikasi para korban.
Advertisement
Advertisement
Gubernur Andi Sudirman menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada seluruh keluarga korban atas musibah yang terjadi. Beliau menegaskan bahwa para korban diketahui sedang menjalankan tugas pelayanan sosial yang mulia kepada masyarakat kepulauan, sebuah pengabdian yang patut diapresiasi.
Apresiasi tinggi diberikan Gubernur atas dedikasi dan pengabdian para korban yang telah mengorbankan waktu, tenaga, bahkan nyawa demi melayani masyarakat di wilayah kepulauan. Pelayanan sosial mereka sangat berarti, terutama bagi warga di daerah terpencil yang membutuhkan akses layanan publik.
Komitmen Pemprov Sulsel tidak hanya berhenti pada bantuan donasi sesaat, tetapi juga menjamin keberlanjutan pendidikan anak-anak korban. Hal ini menunjukkan kepedulian pemerintah terhadap kesejahteraan keluarga yang ditinggalkan, serta upaya untuk meringankan beban mereka dalam menghadapi masa depan.
Advertisement
Advertisement
Sebanyak tiga korban yang gugur dalam insiden kapal tenggelam ini merupakan tokoh-tokoh yang selama ini aktif dalam pelayanan publik dan sosial. Salah satunya adalah Muh Fitri Mubarak, yang menjabat sebagai Camat Liukang Tupabiring, Kabupaten Pangkep.
Korban kedua adalah Imran, seorang aktivis dari Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa Sulsel, yang berdedikasi dalam bidang kesehatan masyarakat. Kehadirannya sangat membantu masyarakat yang membutuhkan akses kesehatan di wilayah tersebut.
Darma, seorang bidan yang bertugas melayani masyarakat di Pulau Sarappo, juga menjadi korban dalam musibah ini. Pengabdiannya sangat vital dalam memastikan kesehatan ibu dan anak di daerah terpencil, menunjukkan risiko tinggi profesi kemanusiaan.
Advertisement
Ketiga individu berdedikasi ini menjadi korban dalam insiden kapal jolloro yang tenggelam di perairan Pulau Podang-podang, Kabupaten Pangkep, pada 27 Desember 2025. Kapal tersebut diketahui mengangkut rombongan pelayanan sosial dan dilaporkan tenggelam saat berlayar menuju daratan.
Advertisement
Pemberian beasiswa pendidikan kepada anak-anak korban merupakan langkah konkret dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Program ini bertujuan meringankan beban keluarga yang berduka dan memastikan bahwa anak-anak tersebut dapat melanjutkan pendidikan mereka tanpa terkendala biaya.
Gubernur Andi Sudirman menegaskan bahwa dukungan ini adalah bagian dari tanggung jawab sosial pemerintah dan sebagai bentuk penghargaan atas jasa-jasa para korban. Para korban telah berjuang untuk masyarakat, dan pemerintah hadir untuk mendukung keluarga yang mereka tinggalkan.
Inisiatif beasiswa ini diharapkan dapat memberikan harapan baru bagi keluarga yang berduka, serta menjadi motivasi bagi anak-anak korban untuk terus berprestasi. Pendidikan adalah kunci untuk masa depan yang lebih baik, dan pemerintah berkomitmen untuk memfasilitasinya.
Advertisement
Sumber: AntaraNews