Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa pengangkatan Uus Kuswanto sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) DKI bukan keputusan tiba-tiba.
Ia mengatakan proses seleksi berlangsung dalam beberapa tahapan. Dia pun mengakui bahwa prosesnya tidak seluruhnya dipublikasikan seperti penunjukan Sekda sebelumnya.
“Sebenarnya proses itu berjalan. Jadi awalnya 10 orang menjadi 3 orang juga ada. Tetapi memang dalam hal begini saya berkeinginan proses itu jangan terlalu heboh lah, yang paling penting memilih orang yang terbaik,” ujar Pramono di Balai Kota DKI, Senin (1/12).
Menurutnya, pemilihan Sekda dilakukan melalui kombinasi seleksi terbuka dan manajemen talenta. Tujuannya untuk memastikan kandidat memiliki pengalaman serta kapabilitas yang sesuai dengan kebutuhan birokrasi Jakarta.
Advertisement
Dipilih Karena Rekam Jejak dan Kompetensi
Pramono menjelaskan bahwa keputusan menunjuk Uus Kuswanto didasari penilaian mendalam terhadap rekam jejak dan kemampuan administrasi yang dinilai kuat untuk mendukung jalannya pemerintahan DKI.
“Maka saya percaya kepada Pak Uus akan bisa bekerja sama dengan saya dan Pak Wagub, Bang Doel, untuk membuat Jakarta lebih nyaman, aman, maju, dan yang paling utama tentunya sebagai kota global namanya lebih mendunia,” kata Pramono.
Ia menekankan seluruh proses dilakukan sesuai aturan tanpa adanya tekanan atau permintaan dari pihak mana pun.
“Tidak ada sama sekali lobi yang bisa mempengaruhi keputusan saya. Maka ketika sudah memutuskan menominasikan utama Pak Uus, tentunya itu adalah bagian dari tanggung jawab saya,” tegasnya.