Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkap adanya sejumlah laporan masyarakat melalui aplikasi Jakarta Kini (JAKI) yang belum ditindaklanjuti secara optimal.
Hal tersebut disampaikan setelah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar rapat khusus untuk mengevaluasi kinerja aplikasi layanan publik tersebut.
“Kebetulan kami rapat tentang JAKI. Jadi di rapat JAKI itu memang ada beberapa laporan yang sudah berulang kali belum ditindaklanjuti,” kata Pramono dalam keterangannya, dikutip Rabu (1/4/2026).
Advertisement
Menanggapi temuan tersebut, Pemprov DKI berencana melakukan pembenahan sistem agar aduan warga dapat direspons lebih cepat dan efektif.
Super app JAKI, yang selama ini menjadi kanal utama pelaporan masyarakat, akan ditingkatkan dari sisi pengelolaan dan tindak lanjut laporan.
“Maka kami akan sempurnakan untuk itu,” ujar Pramono.
Advertisement
Salah satu contoh yang disorot adalah laporan terkait zebra cross di Jalan Soepomo, Jakarta Selatan. Karena tidak kunjung ditangani, warga setempat mengambil inisiatif melakukan pengecatan sendiri.
“Kami minta maaf untuk itu. Dan saya sampaikan kreativitas warga saya ucapkan terima kasih dan respect,” kata dia.
Meski demikian, Pramono menegaskan bahwa fasilitas tersebut tetap perlu ditata ulang agar sesuai dengan standar teknis keselamatan yang berlaku.
“Kemarin menurut saya ini kan kreativitas yang positif, sehingga dengan demikian yang sekarang terjadi di lapangan kami sempurnakan lagi, kami kembalikan kepada aturan yang memang sudah diatur untuk zebra cross,” jelas Pramono.
Setelah kejadian tersebut menjadi perhatian publik, Dinas Bina Marga DKI Jakarta telah menata ulang empat fasilitas penyeberangan di kawasan tersebut. Sementara satu zebra cross hasil inisiatif warga masih dibiarkan sementara sebelum dilakukan penyesuaian lebih lanjut.