Gubernur Khofifah Ajak Perkuat Regenerasi Reog Ponorogo dan Ekosistem Budaya Jawa Timur

Gubernur Khofifah Indar Parawansa menyerukan penguatan regenerasi Reog Ponorogo dan ekosistem kebudayaan setelah Tim Kyai Lodra juara umum FNRP XXXI, menegaskan pentingnya menjaga warisan budaya di tengah modernisasi.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Gubernur Khofifah Ajak Perkuat Regenerasi Reog Ponorogo dan Ekosistem Budaya Jawa Timur
Gubernur Khofifah Indar Parawansa menyerukan penguatan regenerasi Reog Ponorogo dan ekosistem kebudayaan setelah Tim Kyai Lodra juara umum FNRP XXXI, menegaskan pentingnya menjaga warisan budaya di tengah modernisasi. (AntaraNews)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat ekosistem kebudayaan dan regenerasi Reog Ponorogo. Ajakan ini disampaikan menyusul keberhasilan Tim Kesenian Kyai Lodra meraih Juara Umum Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) XXXI. Khofifah menekankan pentingnya pelestarian dan pengembangan seni tradisional di tengah dinamika zaman yang terus bergerak maju.

Prestasi gemilang Tim Kesenian Kyai Lodra yang berhasil membawa pulang Piala Bergilir Presiden Republik Indonesia tidak hanya menjadi kebanggaan Kabupaten Ponorogo, tetapi juga seluruh masyarakat Jawa Timur. Capaian ini menunjukkan bahwa kesenian tradisional seperti Reog Ponorogo mampu terus berkembang, beradaptasi, dan tetap unggul. Ini membuktikan bahwa budaya bukanlah sesuatu yang statis, melainkan terus bertransformasi tanpa kehilangan nilai-nilai luhur yang menjadi ruhnya.

Reog Ponorogo sendiri bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan identitas budaya Jawa Timur yang kaya akan nilai-nilai keberanian, ketangguhan, gotong royong, kreativitas, serta penghormatan terhadap warisan leluhur. Oleh karena itu, pelestariannya harus terus diperkuat melalui pembinaan, regenerasi, dan pemberian ruang kreativitas bagi para seniman, khususnya generasi muda. Tujuannya agar kesenian tradisional ini tetap hidup dan dicintai lintas generasi di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi.

Reog Ponorogo: Identitas Budaya dan Prestasi Gemilang

Keberhasilan Tim Kesenian Kyai Lodra meraih Juara Umum Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) XXXI menjadi bukti nyata daya tarik seni tradisi Jawa Timur. Tim Kyai Lodra juga berhasil menyabet penghargaan Penyaji Terbaik, Penata Musik Terbaik, dan Penata Tari Terbaik. Prestasi ini membuktikan bahwa kesenian tradisional tetap memiliki relevansi dan kualitas terbaiknya di tengah dinamika zaman.

Gubernur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa Reog Ponorogo adalah identitas budaya Jawa Timur yang sarat makna. Kesenian ini mengajarkan nilai-nilai keberanian, ketangguhan, gotong royong, kreativitas, serta penghormatan terhadap warisan leluhur. Oleh karena itu, capaian ini bukan hanya kebanggaan lokal, melainkan juga kebanggaan seluruh masyarakat Jawa Timur.

Menurut Khofifah, tradisi bukanlah sesuatu yang statis, melainkan terus bertransformasi tanpa kehilangan nilai-nilai luhur yang menjadi ruhnya. Ini menunjukkan bahwa kesenian tradisional mampu berkembang dan beradaptasi. Prestasi Tim Kyai Lodra diharapkan dapat memotivasi pelaku seni budaya lain di Jawa Timur.

Penguatan Ekosistem dan Regenerasi untuk Masa Depan Reog

Pelestarian Reog Ponorogo, menurut Gubernur Khofifah, harus terus diperkuat melalui pembinaan dan regenerasi. Pemberian ruang kreativitas bagi para seniman, khususnya generasi muda, menjadi kunci agar kesenian tradisional tetap hidup dan dicintai. Budaya tradisional memiliki peran strategis sebagai penanda jati diri bangsa dan sumber pembentukan karakter masyarakat di tengah arus globalisasi.

Khofifah mengajak pemerintah, seniman, akademisi, komunitas budaya, hingga masyarakat untuk terus memperkuat ekosistem kebudayaan. Budaya bukan hanya aset warisan, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai penggerak pembangunan daerah, pariwisata, dan ekonomi kreatif. Upaya ini penting untuk memastikan Reog Ponorogo terus relevan dan mampu menjawab tantangan zaman.

Pelestarian budaya tidak cukup hanya dengan menjaga warisan yang telah ada. Perlu ada ruang yang luas bagi kreativitas, inovasi, dan regenerasi agar budaya tetap dicintai dan berkembang. Gubernur berharap semua pemangku kepentingan terus memperluas ruang-ruang kreativitas bagi generasi muda. Ini akan menjadikan budaya sebagai kekuatan karakter sekaligus kekuatan pembangunan daerah.

Kolaborasi dan Harapan untuk Reog Mendunia

Ketua Tim Kesenian Kyai Lodra, Joko Winarko, menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemprov Jatim, khususnya Gubernur Khofifah, dan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Jatim. Dukungan ini berupa pembinaan dan fasilitasi yang selama ini diberikan kepada para pelaku seni. Prestasi yang diraih merupakan buah dari kerja keras seluruh tim serta dukungan berbagai pihak.

Joko berharap Reog Ponorogo terus berkembang sebagai ruang pengabdian bagi seniman, budayawan, akademisi, dan generasi muda. Tujuannya adalah untuk menjaga, mengembangkan, serta memajukan seni budaya Indonesia sebagai warisan bernilai luhur dan mendunia. Kolaborasi antarberbagai pihak sangat vital dalam mencapai tujuan ini.

Gubernur Khofifah juga berharap prestasi Tim Kyai Lodra menjadi motivasi bagi seluruh pelaku seni budaya di Jawa Timur. Mereka didorong untuk terus berkarya, berkolaborasi, dan berinovasi tanpa meninggalkan akar tradisi. Semangat Reog harus dijaga, dilestarikan, dan diwariskan kepada generasi penerus sebagai jati diri dan kebanggaan Jawa Timur yang menguatkan Indonesia.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi