Gubernur Kalsel Perintahkan Kolaborasi SKPD Kalsel untuk Bantu Korban Banjir

Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin menginstruksikan seluruh SKPD untuk melakukan Kolaborasi SKPD Kalsel dalam menyalurkan bantuan kepada korban banjir di Banjar dan Tanah Laut, memastikan distribusi tepat sasaran dan terkoordinasi.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Gubernur Kalsel Perintahkan Kolaborasi SKPD Kalsel untuk Bantu Korban Banjir
Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin menginstruksikan seluruh SKPD untuk melakukan Kolaborasi SKPD Kalsel dalam menyalurkan bantuan kepada korban banjir di Banjar dan Tanah Laut, memastikan distribusi tepat sasaran dan terkoordinasi. (AntaraNews)

Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) Muhidin telah mengeluarkan instruksi tegas kepada seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkup provinsi tersebut. Perintah ini bertujuan agar semua SKPD berkolaborasi dan bergotong royong membantu para korban terdampak banjir. Fokus utama bantuan ini ditujukan khususnya untuk masyarakat di Kabupaten Banjar dan Kabupaten Tanah Laut.

Arahan tersebut disampaikan Gubernur Muhidin dalam sebuah keterangan di Banjarbaru pada Sabtu, 10 Januari 2026. Ia mengumpulkan seluruh Kepala SKPD Pemerintah Provinsi Kalsel dalam rapat penanggulangan bencana untuk membahas langkah-langkah strategis.

Gubernur menekankan pentingnya percepatan distribusi bantuan dengan sistem koordinasi yang rapi. Tujuannya adalah agar bantuan dapat tepat sasaran, tidak tumpang tindih, dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat terdampak banjir.

Gubernur Muhidin menginstruksikan setiap perangkat daerah yang memiliki kemampuan dan dukungan anggaran untuk segera menyiapkan bantuan. Proses ini diharapkan dilakukan dengan cepat dan terorganisir. Setiap SKPD diminta untuk melakukan pengemasan, menentukan isi bantuan, kemudian melaporkannya kepada BPBD Kalsel.

Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa semua bantuan yang terkumpul dapat disalurkan secara efisien. BPBD Kalsel akan mengakomodir dan mengoordinasikan penyaluran bantuan tersebut ke lokasi-lokasi yang membutuhkan.

Koordinasi yang rapi sangat krusial untuk menghindari penumpukan bantuan di satu lokasi dan kekurangan di lokasi lain. Pengalaman penyaluran sebelumnya menjadi pelajaran berharga dalam merancang sistem distribusi kali ini.

Muhidin secara khusus menunjuk Kepala BPBD Kalsel sebagai koordinator utama dalam proses pendataan dan distribusi bantuan. Penunjukan ini bertujuan untuk memastikan kelancaran dan efektivitas penyaluran dari seluruh SKPD.

Peran BPBD Kalsel sebagai koordinator akan mencegah terjadinya ketidakseimbangan dalam penyaluran bantuan. Dengan demikian, tidak ada wilayah yang kelebihan bantuan sementara wilayah lain mengalami kekurangan.

Semua data terkait bantuan dan lokasi terdampak harus terdata dengan baik dan terarah. Ini adalah bagian dari upaya untuk memastikan bahwa setiap bantuan menjangkau mereka yang paling membutuhkan.

Gubernur Muhidin mengajak seluruh jajaran pemerintah daerah untuk melihat kegiatan kemanusiaan ini sebagai panggilan nurani. Ia menekankan bahwa ini adalah bentuk pengabdian nyata kepada masyarakat yang sedang dilanda musibah.

Bekerja dengan ikhlas dalam membantu masyarakat diharapkan membawa keberkahan dan pahala bagi semua pihak yang terlibat. Semangat gotong royong dan kepedulian menjadi kunci dalam menghadapi bencana ini.

Pemerintah Provinsi Kalsel berkomitmen untuk terus berupaya maksimal dalam penanggulangan bencana dan pemulihan pascabencana. Hal ini dilakukan demi kesejahteraan dan keselamatan seluruh warga Kalimantan Selatan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi