Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution memimpin langsung percepatan evakuasi korban dan pembukaan jalur darurat di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng). Langkah ini diambil setelah wilayah tersebut dihantam banjir bandang dan tanah longsor yang menyebabkan dampak signifikan. Seluruh unsur pemerintah provinsi, bersama TNI/Polri, dan Basarnas, terus berupaya maksimal dalam penanganan bencana.
Komitmen kuat ditunjukkan dalam memperkuat upaya penanganan bencana serta memastikan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat di posko pengungsian. Penanganan ini mencakup berbagai aspek, mulai dari penyelamatan warga hingga penyediaan fasilitas penunjang. Koordinasi lintas lembaga menjadi kunci utama dalam memastikan efektivitas penanganan di lapangan.
Ribuan warga telah dievakuasi ke Posko Pengungsian di Gelanggang Olahraga (GOR) Pandan Tapanuli Tengah sejak Selasa, 25 November. Kondisi mereka menjadi perhatian utama pemerintah daerah dan tim gabungan. Prioritas utama saat ini adalah mengevakuasi warga yang masih terjebak dan memastikan bantuan logistik bisa masuk ke wilayah terdampak paling parah.
Advertisement
Advertisement
Saat ini, ribuan warga telah berhasil dievakuasi dan ditempatkan di Posko Pengungsian GOR Pandan Tapanuli Tengah. Gubernur Bobby Nasution menegaskan bahwa kebutuhan dasar para pengungsi harus terpenuhi secara optimal. Hal ini menjadi fokus utama tim penanganan bencana di lapangan.
Selain logistik makanan dan obat-obatan, pemerintah juga menambah fasilitas pendukung penting di posko pengungsian. Fasilitas tersebut meliputi layanan kesehatan, akses listrik, serta jaringan Wi-Fi untuk komunikasi. Kebutuhan khusus bagi ibu dan anak juga menjadi perhatian serius, memastikan mereka mendapatkan penanganan yang memadai.
“Kami pastikan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi,” jelas Bobby lagi. Ia juga menambahkan, “Kami ingin seluruh pengungsi merasa aman, dan tetap nyaman selama berada di posko.” Pernyataan ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memberikan rasa aman dan nyaman bagi para korban bencana.
Advertisement
Advertisement
Meskipun upaya evakuasi terus berjalan, masih banyak warga yang terisolir akibat rusaknya infrastruktur jalan. Empat jalur utama menuju desa-desa di Tapanuli Tengah belum dapat dilalui, menghambat akses bantuan dan evakuasi lebih lanjut. Kondisi ini menjadi tantangan besar bagi tim gabungan di lapangan.
Pihak pemerintah provinsi telah menugaskan seluruh tim gabungan untuk mempercepat pembukaan jalur darurat di wilayah Tapanuli Tengah. Pembukaan jalur ini krusial untuk memastikan bantuan dapat menjangkau seluruh area terdampak. Percepatan ini diharapkan dapat membuka akses bagi warga yang masih terjebak.
“Prioritas kami saat ini adalah mengevakuasi warga yang masih terjebak dan memastikan bantuan logistik bisa masuk ke wilayah terdampak paling parah,” tegas Bobby. Upaya ini memerlukan koordinasi yang solid dan pengerahan alat berat untuk membersihkan material longsor dan memperbaiki jalan.
Advertisement
Advertisement
Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Sumut menunjukkan bahwa banjir bandang di Tapteng terjadi di tujuh kecamatan. Kecamatan-kecamatan tersebut meliputi Pandan, Sarudik, Badiri, Kolang, Tukka, Lumut, dan Pinangsori. Sementara itu, peristiwa tanah longsor melanda enam kecamatan, yaitu Badiri, Sibabangun, Lumut, Sarudik, Tapian Nauli, dan Tukka.
Kepolisian Daerah (Polda) Sumut merilis data terbaru penanganan bencana di wilayah Sumut sejak 24 hingga 29 November. Tercatat 147 orang meninggal dunia dan 28.427 orang mengungsi akibat serangkaian bencana alam tersebut. Selain itu, korban luka berat mencapai 32 orang, luka ringan 722 orang, dan 174 orang masih dalam pencarian.
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Ferry Walintukan menyebutkan, “Dari data sementara tercatat 488 kejadian bencana alam. Total 1.076 korban dengan rincian 147 meninggal dunia.” Gubernur Bobby juga memastikan bahwa koordinasi lintas lembaga akan terus ditingkatkan agar penanganan berlangsung cepat, tepat, dan menyeluruh. “Insya Allah dengan kerja bersama, kita bisa meminimalkan dampak dan mempercepat pemulihan,” tutur Bobby, menekankan pentingnya sinergi dalam menghadapi situasi ini.
Advertisement
Sumber: AntaraNews