GPIB Immanuel, Gereja Tertua di Medan

Rabu, 25 Desember 2019 21:04 Reporter : Yan Muhardiansyah
GPIB Immanuel, Gereja Tertua di Medan GPIB Immanuel di Medan. ©2019 Merdeka.com/Yan Muhardiansyah

Merdeka.com - Gereja Protestan Indonesia Barat (GPIB) Jemaat Immanuel, Jalan P Diponegoro, Medan, selalu jadi perhatian setiap Natal dan Tahun Baru di Medan. Banyak jemaat beribadah di tempat yang punya nilai sejarah ini.

Tempat ibadah yang tepat berada di seberang Kantor Gubernur Sumut itu merupakan gereja tertua di Kota Medan. Pembangunannya dilakukan pada 21 Oktober 1921.

Bentuk bangunannya berbeda dengan kebanyakan gereja di Medan. Arsitekturnya bergaya renaissance, seperti beberapa bangunan tua lain di Kota Medan.

Pintu depan terbuat dari kayu yang tampak kokoh. Di atasnya menjulang menara berkubah.

Di bawah kubah terdapat sejumlah ventilasi memanjang ke atas dan simetris. Empat unit jam menghiasi 4 sisi dinding atas menara. Namun, jam-jam yang berbentuk kotak dan berangka Romawi itu sepertinya tidak lagi berfungsi sebagaimana mestinya.

1 dari 1 halaman

Sejak Zaman Belanda hingga Jepang

Di balik jam-jam itu, dalam menara, terdapat lonceng buatan Belanda tahun 1922. Di masa lalu, lonceng ini berdentang otomatis pada waktu tertentu. Suaranya dikabarkan bisa terdengar hingga 3 Km.

Awalnya gereja ini dikenal dengan nama Indische Kerk atau Staatskerk. Di sinilah orang-orang Belanda beribadah.

Umat Kristiani yang berasal dari Indonesia Timur juga beribadah di sana. Warga setempat pun menyebutnya dengan 'Gereja Ambon'.

Di Masa pendudukan Jepang, (1942-1945), gereja ini sempat digunakan sebagai gudang perlengkapan. Fungsinya dikembalikan setelah Indonesia merdeka. Belakangan gereja ini pun beralih nama menjadi GPIB Immanuel.

Gereja ini selalu menjadi salah satu prioritas pengamanan di masa Natal dan Tahun Baru. Namun di tahun-tahun terakhir, ibadah tak lagi digelar di dalam gereja, melainkan di gedung Alpha Omega, sebelah GPIB Immanuel.

"Sudah 2 tahun ini ibadah Natal di Alpha Omega, karena kalau di gereja jemaat sampai duduk di luar," jelas Juli Simanjuntak, salah seorang jemaat.

Ibadah pun dibagi dalam tiga sesi. Pada Selasa (24/12), kebaktian digelar sekitar pukul 16.30 Wib, pukul 19.00 Wib, dan pukul 21.00 Wib. Sementara pada Rabu (25/12), ibadah dilakukan pada pukul 07.00 Wib, pukul 09.00 Wib, dan pukul 11.00 Wib.

Sejumlah tokoh hadir pada ibadah di gereja bersejarah ini, di antaranya Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin. Dia duduk di barisan terdepan.

Meski ibadah Natal tak lagi digelar di dalam gereja, sejumlah jemaat yang selesai beribadah tetap menyempatkan diri mengabadikan bangunan bersejarah itu. Mereka berfoto di gereja tertua di Medan. [eko]

Baca juga:
GKI Yasmin Harap Pemkot Bogor Selesaikan Pembangunan Gereja Awal Tahun
Jemaat GKI Yasmin dan HKBP Filadelfia Rayakan Natal di Seberang Istana
Toleransi Kuat dari Gang Kecil di Sudut Kota Bandung
Ibadah, Jemaat GKI Yasmin Harap Ini Natal Terakhir di Seberang Istana

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini