Gereja Methodist Indonesia (GMI) di Jayapura baru-baru ini melayangkan seruan penting kepada seluruh jemaatnya. Mereka diajak untuk terus menjaga persatuan internal serta memperkuat kerja sama dengan pihak pemerintah dan masyarakat sekitar. Langkah ini krusial demi terciptanya suasana yang aman, tertib, dan harmonis di seluruh wilayah Papua.
Pimpinan Wilayah II Gereja Methodist Indonesia, Bishop Sabam Lumban Tobing, menegaskan bahwa kebersamaan jemaat adalah kunci utama. Hal ini sangat penting untuk membangun hubungan baik antarumat beragama dan juga dengan seluruh elemen masyarakat. Melalui berbagai program dari pemerintah, sinergi positif ini diharapkan dapat terus terjalin dan membawa dampak nyata bagi kehidupan sosial.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Bishop Sabam Lumban Tobing pada momen peresmian Gereja Methodist di Jayapura, Papua, yang berlangsung pada hari Minggu (24/8). Ini menunjukkan komitmen kuat dari Gereja Methodist Jayapura untuk secara aktif mendukung pembangunan daerah. Partisipasi aktif seluruh jemaat diharapkan mampu mewujudkan visi bersama untuk kemajuan dan kesejahteraan Jayapura.
Advertisement
Advertisement
Dalam upaya mendukung program pemerintah, Gereja Methodist Jayapura menekankan pentingnya peran jemaat. Setiap jemaat diharapkan dapat menjaga ketertiban lingkungan di sekitar mereka. Ini termasuk upaya aktif dalam memberantas berbagai penyakit masyarakat yang merugikan.
Penyakit masyarakat yang menjadi perhatian utama meliputi penyalahgunaan narkoba dan tindak kejahatan lainnya. Bishop Sabam Lumban Tobing berharap jemaat tetap bersatu. Mereka juga diminta menjalin sinergi erat dengan RT, RW, dan pemerintah setempat.
Sinergi ini bertujuan untuk menjaga kebersihan, ketertiban, serta keindahan lingkungan. Dengan demikian, partisipasi aktif jemaat Gereja Methodist Jayapura diharapkan dapat mendatangkan berkat. Hal ini akan bermanfaat bagi seluruh masyarakat di Jayapura maupun Papua secara keseluruhan.
Advertisement
Advertisement
Selain dukungan terhadap program pemerintah, Gereja Methodist Indonesia juga memiliki misi pelayanan yang kuat. Lay leader GMI Jakarta Pusat, Martin Rumende, menyatakan komitmen ini. Gereja akan terus melayani masyarakat di Papua, khususnya di Kota Jayapura.
Pelayanan ini mencakup pembinaan moral yang mendalam bagi jemaat. Selain itu, GMI juga fokus pada pelayanan pendidikan. Penguatan kehidupan sosial jemaat menjadi pilar penting lainnya dalam misi pelayanan gereja.
Menurut Martin Rumende, misi utama gereja adalah memberikan pelayanan nyata di tengah-tengah masyarakat. Fokus utama pelayanan adalah penguatan pendidikan jemaat. Ini sekaligus pembinaan kehidupan yang beretika dan bermoral, membentuk karakter yang baik.
Advertisement
Advertisement
Peresmian Gereja Methodist di Jayapura menandai tonggak penting bagi komunitas. Ketua Pembangunan Gereja Methodist Indonesia, Johansen Ritonga, mengungkapkan detail pembangunannya. Proyek pembangunan gereja ini membutuhkan waktu selama tiga tahun.
Gedung gereja yang baru mampu menampung kapasitas hingga 200 orang. Jemaat yang akan beribadah di Gereja Methodist Jayapura ini berasal dari berbagai lapisan masyarakat. Mereka semua tinggal di sekitar wilayah Jayapura.
Kehadiran Gereja Methodist Jayapura diharapkan tidak hanya menjadi tempat ibadah semata. Lebih dari itu, gereja ini diharapkan menjadi simbol persatuan dan pusat pelayanan. Ini akan memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan kontribusi positif bagi kemajuan Jayapura.
Advertisement
Sumber: AntaraNews