Gerebek Kasino di Apartemen Robinson Penjaringan, 133 Orang Dicokok Polisi

Selasa, 8 Oktober 2019 16:35 Reporter : Ronald
Gerebek Kasino di Apartemen Robinson Penjaringan, 133 Orang Dicokok Polisi Kasino terselubung di Apartemen Robinson. ©2019 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Jajaran Subdit 4 Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya mengungkap kasus perjudian berskala internasional yang berlokasi di Apartemen Robinson lantai 29 dan 30 Penjaringan, Jakarta Utara. 91 Orang telah menjadi tersangka dari 133 orang diamankan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, perjudian ini berhasil dibongkar usai adanya laporan masyarakat. Polis pun bergerak dan melakukan penggerebekan dengan permainan, yaitu baccarat, paikiu, roullette, dan tashio.

"Info ini kita tindak lanjuti. Kemarin Minggu 6 Oktober jam 18.30 Wib, tim Jatanras naik ke lantai ini terus dilakukan penggerebekan. Kemudian pada saat anggota datang pemain sedang main, karyawan sedang kegiatan di tempat masing-masing," kata Argo di lokasi, Selasa (8/10).

"Kita amankan 133 orang. 91 diantaranya sudah ditetapkan sebagai tersangka, dengan rincian 42 orang penyelenggara, dan 49 orang pemain judi. Sedangkan 42 orang lainnya berstatus saksi," sambungnya.

Kata Argo, berdasarkan pemeriksaan sementara, lokasi perjudian ini baru 3 hari beroperasi. Sedangkan untuk persiapan tempatnya sudah dilakukan pengelola sejak 2 bulan lalu.

"Setiap harinya keuntungannya sekitar Rp700 juta. Kita masih akan lakukan pemeriksaan mendalam terkait ini," kata Argo.

Argo mengatakan, perjudian ini menamakan diri sebagai Klub RBS29. Di mana para penjudi berasal dari sejumlah daerah di Jakarta.

©2019 Merdeka.com/Imam Buhori

"Untuk masuk ke sini ada kode tertentu. Selain area di lantai 29, adapula area VIP di lantai 30. Ruang VIP ini hanya untuk pemain tertentu dengan nilai taruhan tinggi. Ruang VIP ini hanya terdapat 4 meja yang didekor dengan warna merah. Di lantai 29 yang didekor dengan warna hijau. Dan memiliki lebih banyak area pertandingan. Mereka memasang tarif taruhan minimal Rp50 ribu, dan tidak ada batas maksimal. Sedangkan mereka (karyawan) biasa mendapat honor Rp150 hingga 250 ribu per hari," bebernya.

Terkait penetapan tersangka, Argo menambahkan, kalau mereka bukan hanya para penjudi. Namun mulai dari penanggungjawab harian, penanggungjawab setiap permainan, kasir, dan pencatat.

Dalam kasus ini, polisi masih berupaya mengejar 7 orang ditetapkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Mereka adalah YS, SN, FD, AY, HN, MR, selaku penyandang dana, dan HS penanggungjawab operasional.

"Daftar DPO 7 orang. Mereka tidak diketemukan di sini, mereka penanggungjawab operasional dan penyandang dana," pungkas Argo.

Selain amankan tersangka, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya, uang tunai Rp200 juta, mesin penghitung uang, mesin gesek ATM, kalkulator, nota, buku rekening, ratusan telepon genggam dan lain sebagainya. Para tersangka dijerat dengan pasal 303 dan atau 303 bis KUHP tentang tindak pidana perjudian. Mereka terancam pidana maksimal 10 tahun penjara. [rhm]

Topik berita Terkait:
  1. Perjudian
  2. Polda Metro Jaya
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini